Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Fiersa Besari dan Gus Hilmi Kritik Pemerintah Lambat Tangani Banjir Sumatera: Rakyat Luar Biasa Donasi, Pejabat Lebih Baik Diam Dulu Daripada Blunder

Repelita Sumatera - Penyanyi yang juga dikenal sebagai pengarang, Fiersa Besari, turut angkat bicara mengenai musibah banjir bandang yang menimpa beberapa area di Sumatera.

Ia memberikan sorotan khusus pada semangat gotong royong warga dalam mendukung para korban lewat beragam kampanye pengumpulan dana serta sumbangan yang mengalir dari pelbagai penjuru negeri.

Fiersa menyatakan bahwa kemurahan hati publik mencerminkan jiwa tangguh bangsa Indonesia yang senantiasa siaga untuk saling bantu di masa-masa genting.

Baginya, besaran bantuan yang berhasil diraih menandakan bahwa rakyat tidak pernah kehabisan keikhlasan serta rasa empati.

"Dari banyaknya donasi yang dibuat oleh masyarakat, dan banyaknya dana yang terkumpul, bisa disimpulkan bahwa negara ini nggak kekurangan orang baik,” ujar Fiersa di X @FiersaBesari (3/12/2025).

Akan tetapi, ia menyoroti isu kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara, terutama terkait pengaturan dana bantuan oleh otoritas pemerintahan.

"Negara ini cuma kekurangan orang yang mempercayakan uangnya di tangan pemerintah,” lanjutnya.

Fiersa menekankan bahwa yang paling diperlukan sekarang adalah tindakan konkret dari para pemimpin negara dalam mengatasi bencana, bukan hanya tampil di hadapan lensa media.

Ia menganjurkan supaya para pejabat lebih memprioritaskan pekerjaan tanpa banyak ucapan yang berpotensi memicu kontroversi.

"Menurut saya, ini adalah saat yang tepat untuk para pejabat melakukan aksi dan bukti nyata tanpa harus terlihat kamera,” kata Fiersa.

Fiersa pun menambahkan bahwa para pemimpin hendaknya menahan diri dari pernyataan yang tidak esensial.

"Alias, diem dulu bisa gak sih? Makin banyak ngomong makin blunder,” kuncinya.

Sebelumnya, tokoh intelektual dari Nahdlatul Ulama, Gus Hilmi Firdausi, menyampaikan penghargaan atas tingginya rasa empati dan kebersamaan masyarakat Indonesia terhadap mereka yang tertimpa musibah alam di Sumatera.

Ia mengungkapkan bahwa kepedulian sosial yang diperlihatkan penduduk sungguh murni dan menyentuh hati.

Menurutnya, banyak warga yang berkeinginan untuk turut serta membantu walaupun dalam keadaan yang pas-pasan.

Ia melukiskan bagaimana penduduk merasa bersalah ketika tak bisa menyumbang dalam jumlah signifikan.

“Rakyat Indonesia itu luar biasa,” ujar Hilmi di Facebook pribadinya dikutip pada Rabu (3/12/2025).

Gus Hilmi mengemukakan bahwa masyarakat bahkan hingga memohon maaf saat tidak sanggup memberikan kontribusi lebih besar.

“Mau berdonasi saja sampai minta maaf karena belum mampu membantu banyak,” katanya.

Selain kebersamaan rakyat, ia juga membahas perilaku pemerintahan dalam menghadapi bencana.

Ia merujuk pada model negara lain yang dianggapnya responsif dan bertanggung jawab.

Gus Hilmi menyebutkan bahwa otoritas di negara lain berani menyatakan kekurangan mereka dalam mengelola musibah.

“Pemerintah juga sama, segera minta maaf,” ucapnya.

Ia melanjutkan bahwa prosedur penetapan kondisi darurat nasional perlu dilakukan dengan segera saat menghadapi bencana skala besar.

“Langsung menetapkan keadaan darurat nasional,” tegasnya.

Namun, Gus Hilmi menyatakan bahwa teladan itu justru bukan datang dari pemerintahan Indonesia.

“Tapi sayangnya itu pemerintah Thailand dan Srilanka," kuncinya.

Sebagai informasi, Perdana Menteri Thailand akhir-akhir ini menyampaikan permohonan maaf kepada rakyatnya karena kegagalan dalam menanggulangi banjir, di mana setidaknya 170 jiwa menjadi korban.

Sementara itu, Presiden Sri Lanka memberlakukan status darurat nasional pada 29 November 2025 pasca banjir yang menerjang sebagian Kota Kolombo.

Sedangkan Presiden Prabowo Subianto, setelah banjir menghantam Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat, belum juga menetapkan status bencana nasional dan masih mengandalkan status darurat regional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved