Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Eksklusif! Mantan Karyawan Ungkap Bandara IMIP Dibangun untuk Mobilisasi TKA China

Eksklusif! Mantan Karyawan Ungkap Bandara IMIP Dibangun untuk Mobilisasi TKA China

Repelita Jakarta - Mantan karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park memberikan penjelasan mendetail mengenai tujuan pembangunan bandara khusus di kawasan perusahaan tersebut.

Menurut keterangannya, bandara yang belakangan menjadi sorotan publik memang sengaja dibangun untuk memfasilitasi mobilisasi tenaga kerja asing asal China.

"Sebenarnya memang bandara itu diniatkan untuk mempermudah mobilisasi para tenaga kerja asing (China)," ujar pria yang tidak disebutkan namanya itu dalam program televisi pada hari Selasa tanggal 2 Desember 2025.

Sebelum adanya fasilitas bandara ini, proses perpindahan pekerja dilakukan melalui rute yang sangat panjang dan tidak efisien.

"Selama saya di sana itu mobilisasi dilakukan menggunakan pesawat komersial dari Beijing ke Soetta, terus dari Soetta ke Bandara Halu Oleo Kendari, lalu dilanjutkan jalan darat sampai ke Teluk Kendari. Dari Teluk Kendari berganti menjadi speedboat sampai ke pelabuhan privat. Jadi sangat mahal biayanya," tutur dia.

Volume tenaga kerja asing yang dipindahkan setiap harinya mencapai angka yang sangat besar menurut penuturannya.

Jumlahnya dapat berkisar antara lima puluh hingga seratus orang dalam sekali perjalanan dengan frekuensi harian.

"Sekali perjalanan itu rata-rata antara 50-100 orang, setiap hari, TKA China, setiap hari," kata dia.

Tenaga kerja asing tersebut ditempatkan pada berbagai posisi mulai dari tingkat paling bawah hingga jabatan manajerial.

"Mereka tidak hanya di level pimpinan, ada yang jadi tukang sapu, ada operator excavator, ada pegawai pelabuhan," kata dia.

Berdasarkan diskusi dengan direktur operasional perusahaan pada masa itu, disebutkan adanya komitmen dengan pemerintah China.

Komitmen tersebut mewajibkan perusahaan yang dimiliki pengusaha China di berbagai negara untuk mempekerjakan warga negaranya.

"Jadi semua pengusaha-pengusaha China di seluruh dunia itu mewajibkan mempekerjakan para warga negaranya. Sampai level paling bawah yang tidak punya skill pun harus dipekerjakan. Bahkan mereka tidak menguasai bahasa mandarinnya, pakai bahasa di Tiongkok pun dia harus akomodir," kata dia.

Meskipun demikian, mantan karyawan ini menyatakan bahwa Bandara IMIP tidak melayani penerbangan internasional secara langsung.

Mobilitas tenaga kerja asing dilakukan melalui penerbangan domestik dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sam Ratulangi.

"Yang saya dengar informasinya dari rekan saya di dalam, itu dari Soekarno-Hatta dan Samratulangi. (Dari luar negeri) gak ada. Informasinya langsung begitu cuma memang mobilisasinya dari sana ke bandara," kata dia.

Polemik bandara ini mulai mencuat setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi lokasi dan menggelar latihan militer gabungan di area tambang nikel.

Setelah kunjungan tersebut, Menhan menyoroti ketiadaan petugas pemerintah di bandara yang memicu isu mengenai keberadaan negara dalam negara.

"Bandara yang tidak memiliki perangkat negara di dalamnya adalah sebuah anomali dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita harus tegakkan regulasi, tetapi ternyata masih ada celah kerawanan yang dapat mengganggu kedaulatan ekonomi, bahkan stabilitas nasional,” tutur Sjafrie.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved