Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Cak Imin Singgung Bencana Sumatera, Suruh Bahlil hingga Raja Juli Lakukan 'Taubat Nasuha' dan Evaluasi Total


 Repelita Bandung - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengajak beberapa menteri untuk melakukan evaluasi total menyikapi situasi bencana alam.

Ajakan tersebut disampaikan dalam pidato pada kegiatan Workshop Kepala Sekolah untuk Program SMK Go Global di Bandung pada Senin 1 Desember 2025.

Cak Imin menilai bencana alam hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Sumatera seharusnya menjadi momentum introspeksi bagi seluruh pihak.

Dia menyoroti kondisi lingkungan yang kritis akibat kesalahan dalam pengelolaan sumber daya alam selama ini.

Perencanaan dan antisipasi yang rendah terhadap potensi bencana juga menjadi perhatian serius yang perlu dibenahi.

Selain bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dia mengaku melihat tanda-tanda potensi bencana di wilayah lain.

Beberapa hari sebelumnya dia telah mengunjungi Sukabumi untuk meletakkan batu pertama pembangunan rumah relokasi korban bencana.

Di lokasi tersebut dia melihat secara langsung titik-titik yang berpotensi menimbulkan bencana longsor di berbagai tempat.

Oleh karena itu dia mengajak semua pihak untuk bersama-sama bahu-membahu memperbaiki kondisi negara saat ini.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa itu menyebut sejumlah menteri yang memiliki kaitan dengan persoalan bencana yang terjadi.

Dia telah mengirimkan surat kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan sektor kehutanan.

Surat serupa juga dikirimkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia terkait pengelolaan sumber daya alam.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq juga menjadi penerima surat permintaan evaluasi kebijakan lingkungan hidup.

Evaluasi total tersebut dimaksudkan sebagai wujud komitmen dan kesungguhan pemerintah dalam menangani permasalahan lingkungan.

Cak Imin menggunakan istilah taubatan nasuha yang dalam tradisi Nahdlatul Ulama bermakna pertobatan yang sungguh-sungguh.

Kunci dari taubatan nasuha tersebut adalah evaluasi total terhadap semua kebijakan sejak tahap perencanaan hingga implementasi.

Dia menyatakan bahwa kiamat bukan sekadar sudah dekat melainkan sudah terjadi akibat kelalaian manusia sendiri dalam mengelola alam.

Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini merupakan akumulasi dari kesalahan pengelolaan sumber daya alam selama bertahun-tahun.

Perlu adanya perubahan paradigma dalam memandang hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup.

Pembangunan yang berkelanjutan harus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan pengelolaan sumber daya alam.

Koordinasi antar kementerian dan lembaga perlu ditingkatkan untuk menciptakan kebijakan yang terintegrasi dan komprehensif.

Transparansi dalam proses pengambilan keputusan terkait pemanfaatan sumber daya alam harus ditingkatkan.

Partisipasi masyarakat dalam pengawasan pengelolaan lingkungan perlu didukung dengan mekanisme yang jelas.

Edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan harus digencarkan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah daerah juga harus dilibatkan dalam perumusan kebijakan pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Evaluasi terhadap izin-izin pemanfaatan sumber daya alam yang telah diberikan perlu dilakukan secara menyeluruh.

Sanksi tegas harus diberikan kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Rehabilitasi kawasan yang rusak akibat eksploitasi berlebihan harus menjadi program prioritas pemerintah.

Penguatan sistem peringatan dini bencana perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Investasi dalam riset dan pengembangan teknologi ramah lingkungan harus ditingkatkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Keterlibatan dunia usaha dalam upaya pelestarian lingkungan perlu didorong melalui insentif dan regulasi yang tepat.

Kerja sama internasional dalam pengelolaan lingkungan hidup juga penting untuk menghadapi tantangan global.

Semua pihak diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah terjadi.

Pelajaran dari bencana yang terjadi harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem pengelolaan lingkungan ke depan.

Komitmen politik yang kuat diperlukan untuk mewujudkan pembangunan yang memperhatikan aspek keberlanjutan.

Masyarakat diajak untuk turut serta dalam gerakan penyelamatan lingkungan melalui tindakan nyata sehari-hari.

Pemerintah akan terus mendorong terciptanya tata kelola lingkungan yang baik dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pelestarian lingkungan.

Evaluasi berkala terhadap implementasi kebijakan lingkungan perlu dilakukan untuk memastikan efektivitas program.

Semua upaya diarahkan untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan aman bagi generasi sekarang dan mendatang.

Pembangunan manusia yang berkualitas harus disertai dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved