Repelita Banda Aceh - Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Raja Juli Antoni untuk segera memberikan arahan resmi mengenai nasib ribuan batang kayu gelondongan besar yang hanyut terbawa arus banjir bandang.
Kayu-kayu tersebut kini menumpuk di berbagai lokasi setelah tim gabungan berhasil membersihkan dan memindahkannya menggunakan alat berat demi membuka akses jalan dan mengurangi risiko bahaya lanjutan.
Armia Fahmi menyampaikan permohonan tersebut dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera yang diselenggarakan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Aceh pada Selasa, 30 Desember 2025.
Ia mengharapkan fatwa atau keputusan jelas dari kementerian terkait apakah kayu-kayu itu dapat diserahkan kepada pemerintah daerah untuk diolah menjadi papan, balok, maupun kusen guna membantu rekonstruksi masyarakat terdampak.
Sebagai contoh, tumpukan kayu di sekitar Pondok Pesantren Darul Mukhlisin telah berhasil dipindahkan hingga 85 persen dan kini ditata rapi di pinggiran sungai setelah sebelumnya menghambat aktivitas.
Armia Fahmi menegaskan bahwa landasan hukum yang kuat sangat diperlukan agar inisiatif pemanfaatan material sisa bencana tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Kepastian ini penting untuk melindungi komitmen pemerintah kabupaten dalam mendukung pemulihan warga tanpa harus berhadapan dengan potensi pemeriksaan dari aparat penegak hukum.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

