Repelita Jakarta - Pengamat politik Erizal menilai bahwa grup band Slank akhirnya kembali menyuarakan kritik tajam melalui karya musik terbarunya.
Menurut Erizal, setelah cukup lama vakum dari rilisan baru, Slank kini meluncurkan lagu berjudul Republik Fufufafa.
Erizal menyebut bahwa istilah Fufufafa dalam lagu tersebut sudah jelas merujuk pada sosok tertentu yang dimaksud publik.
Ia membandingkan dengan Dewa 19 yang secara terang-terangan menunjukkan sikap politik mendukung Prabowo sejak dulu.
Bahkan Ahmad Dhani dari Dewa 19 bergabung dengan Gerindra dan kini menjadi anggota DPR.
Sementara Slank, kata Erizal, awalnya condong mendukung Jokowi hingga salah satu personelnya mendapat posisi komisaris di BUMN.
Kini, Erizal melihat lagu Republik Fufufafa sebagai tanda pergeseran sikap politik Slank.
Ia menafsirkan penggunaan diksi sakau kuasa dalam lagu itu sebagai sindiran terhadap figur yang haus kekuasaan.
Erizal menekankan bahwa meski lirik lagu ini minim kata-kata, namun pesan kesalnya sangat kuat tersampaikan.
Terutama melalui pengulangan kata Fufufafa yang menjadi chorus utama.
Pakar telematika Roy Suryo, sebagaimana diketahui, pernah menyatakan bahwa akun anonim Fufufafa di media sosial hampir pasti milik Gibran Rakabuming Raka.
Erizal berpendapat bahwa lagu Slank ini sekaligus mengabadikan isu lama tersebut sebagai bentuk kejenuhan terhadap perilaku politisi.
Menurutnya, Slank kini ikut muak dengan gonjang-ganjing politik yang tak kunjung usai.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

