Repelita Jakarta - Rencana kunjungan delegasi Indonesia ke China untuk membahas restrukturisasi kewajiban finansial proyek kereta berkecepatan tinggi rute Jakarta-Bandung memasuki tahap persiapan matang, dengan keterlibatan pejabat keuangan negara yang masih menunggu konfirmasi akhir.
Pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara menyatakan bahwa komunikasi intensif dengan pejabat terkait sedang dilakukan untuk memfinalisasi dokumen proposal yang akan menjadi dasar diskusi bilateral.
Tim pendahulu sudah dikirimkan ke sana untuk membuka saluran komunikasi awal dan menyusun agenda pertemuan, sementara sesi utama direncanakan dihadiri oleh pimpinan lembaga tersebut bersama perwakilan kementerian keuangan.
Indikasi positif diberikan bahwa perjalanan ini berpotensi terealisasi pada akhir tahun ini, meskipun jadwal pasti masih bergantung pada kesiapan logistik dan kesepakatan internal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui belum menerima undangan resmi untuk bergabung dalam rombongan tersebut, meskipun ada sinyal kuat dari pihak pengelola investasi agar dirinya terlibat langsung.
Ia menekankan keinginan untuk memeriksa secara teliti isi kesepakatan yang akan dinegosiasikan, guna memastikan bahwa ketentuan akhir tidak merugikan posisi fiskal negara dan melindungi kepentingan jangka panjang pemerintah.
Mengenai kemungkinan pemanfaatan anggaran negara untuk menutup sebagian beban proyek tersebut, Purbaya menyatakan bahwa opsi ini belum dapat dipastikan dan sepenuhnya bergantung pada outcome dari pembahasan dengan mitra asing.
Skema dukungan operasional melalui mekanisme PSO juga disebut-sebut sebagai salah satu elemen yang akan dibahas, di mana porsi infrastruktur utama tetap menjadi tanggung jawab negara, namun detail implementasinya masih menanti kesepakatan akhir.
Purbaya menambahkan bahwa keterlibatannya akan menjadi krusial jika memang diperlukan, terutama untuk mengawasi aspek keuangan agar seluruh proses tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian fiskal yang ketat.
Editor: 91224 R-ID Elok

