Repelita Jakarta - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia Dedek Prayudi menolak keras desakan agar mantan Presiden Joko Widodo meniru langkah Hakim Konstitusi Arsul Sani dengan secara terbuka menampilkan ijazah aslinya untuk meredam tuduhan pemalsuan dokumen pendidikan.
Menurutnya, tindakan Arsul Sani yang memilih transparan setelah dituduh menggunakan ijazah doktor palsu justru berisiko menciptakan standar baru yang merugikan jika diterapkan secara paksa pada Jokowi.
Dalam acara Interupsi di iNews pada Kamis, 27 November 2025, Dedek Prayudi menyatakan bahwa Coba bayangkan ketika Pak Arsul Sani saja menunjukkan ijazahnya ketika ada yang mengatakan bahwa ijazah beliau itu palsu dan kemudian aktivitas tersebut digunakan untuk mendesak orang lain yang juga dituduhnya ijazah palsu ini artinya preseden ya.
Ia memperingatkan bahwa kebiasaan memaksa pihak tertuduh membuktikan diri akan melanggar prinsip dasar hukum di Indonesia yang menempatkan beban pembuktian pada penggugat, bukan pada yang disalahkan.
Jika norma ini bergeser, maka tuduhan serupa bisa dilontarkan secara sembarangan tanpa konsekuensi, yang pada akhirnya merusak tatanan sosial dan hukum yang sudah mapan.
Dedek Prayudi menambahkan bahwa Jadi kita tetap pada prinsip bahwa kalau kita biasakan seperti ini Pak Arsul Pak Jokowi menunjukkan ijazah maka ini akan terjadi pergeseran norma dan orang akan seenaknya-enaknya aja nuduh orang lain lama-lama.
Ia juga menanggapi komentar Anggota DPR Fraksi Demokrat Benny K Harman yang secara implisit menyindir Jokowi melalui pujiannya terhadap Arsul Sani.
Menurut Dedek, pernyataan Benny tersebut masih tergolong sindiran politik ringan dan belum mencapai tingkat tuduhan formal yang memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Ia menilai bahwa (Ucapan Benny) Itu antara dua sih, itu antara menyindir atau menuduh. Ya kalau saya lihat sih levelnya masih menyindir ya.
Sebelumnya, Benny K Harman secara publik memuji Arsul Sani atas keberaniannya menunjukkan ijazah asli di depan umum.
Benny menyiratkan adanya perbedaan sikap dengan menyatakan bahwa Sahabat baik saya Pak Arsul Sani dia hebatnya dia, dia tampil di depan tunjuk ijazahnya yang asli, nggak kayak yang lain.
Debat ini semakin mempertajam polarisasi publik terkait penanganan tuduhan ijazah palsu, di mana PSI menekankan pentingnya menjaga prinsip hukum agar tidak terganggu oleh tekanan opini massa.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

