Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Wakil Rektor UGM Bongkar Solusi Paling Gampang: Mau Buktikan Jokowi Alumni Asli? Suruh Dia Tunjukkan Ijazah Sendiri, Bukan Kami yang Buka Data

Kontroversi Tudingan...

Repelita Yogyakarta - Polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo semakin memanas dan belum menemui titik temu hingga akhir November 2025.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Universitas Gadjah Mada Wening Udasmoro menegaskan bahwa satu-satunya cara paling sahih untuk membuktikan status alumni UGM adalah dengan menunjukkan ijazah asli yang bersangkutan.

Menurutnya, ijazah merupakan dokumen pribadi yang sah dimiliki oleh pemiliknya, sehingga pihak yang ingin memastikan keabsahannya cukup meminta pemilik untuk memperlihatkannya langsung.

Pernyataan ini disampaikan Wening Udasmoro dalam Podcast #UGMMenjawab Ijazah Joko Widodo yang ditayangkan melalui kanal YouTube resmi Universitas Gadjah Mada pada Agustus 2025.

Ia menjelaskan bahwa UGM terikat aturan ketat kerahasiaan data pribadi sehingga tidak diperkenankan membuka atau mengonfirmasi detail ijazah kepada pihak yang tidak memiliki kewenangan.

Data akademik hanya akan dibuka jika diminta oleh institusi negara atau aparat penegak hukum yang berwenang secara resmi.

Berbeda halnya jika terdapat pemalsuan ijazah dengan mengatasnamakan UGM, maka universitas akan langsung mengambil jalur hukum untuk menindak pelakunya.

Podcast tersebut juga menghadirkan Rektor UGM Prof Ova Emilia, Dekan Fakultas Kehutanan Prof Sigit Sunarta, serta dipandu Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana.

Sementara itu, para penggugat keaslian ijazah Jokowi seperti Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma telah menerbitkan buku berjudul Jokowi's White Paper sebagai respons atas dugaan ketidakjelasan riwayat pendidikan tersebut.

Rismon Sianipar pada 21 Agustus 2025 menyatakan bahwa ijazah yang digunakan Jokowi saat mencalonkan diri sebagai Presiden pada 2014 dan 2019 seharusnya menjadi dokumen publik karena menyangkut syarat pencalonan kepala negara.

Menurutnya, buku tersebut disusun untuk membersihkan sejarah bangsa dari riwayat pendidikan yang masih abu-abu karena sikap Jokowi sendiri yang tidak pernah menunjukkan ijazah asli secara terbuka.

Rismon menegaskan bahwa Jokowi's White Paper bukan serangan personal, melainkan kajian teknis dan ilmiah yang menyimpulkan bahwa ijazah S1 Jokowi tidak ada atau palsu.

Kontroversi ini terus bergulir dan memicu perdebatan panjang antara kewajiban transparansi publik dengan perlindungan data pribadi mantan pejabat negara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved