Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Saat Trump Tetapkan Sejumlah Cabang Ikhwanul Muslimin sebagai Teroris

 Ilustrasi kelompok Ikhwanul Muslimin. Foto: Khalil Mazraawi/AFP

Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang memulai proses penetapan beberapa cabang Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing dan teroris global yang ditetapkan secara khusus pada Senin 25 November 2025.

Cabang-cabang yang menjadi target utama adalah yang beroperasi di Lebanon, Mesir, serta Yordania.

Dengan langkah ini, pemerintah AS kini berwenang menerapkan sanksi berat termasuk pembekuan aset finansial dan larangan masuk bagi seluruh anggota organisasi tersebut ke wilayah Amerika.

Proses lebih lanjut akan dilanjutkan oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent yang diminta menyusun laporan evaluasi dalam waktu 30 hari ke depan.

Ikhwanul Muslimin sendiri merupakan gerakan Islamis tertua yang lahir di Mesir pada 1928 melalui inisiatif Hassan al-Banna, seorang pendidik yang mempropagandakan kebangkitan umat Islam untuk menentang pengaruh kolonial Barat di masyarakat.

Kini jaringan tersebut telah merambah ke berbagai negara Arab dengan ideologi yang menekankan reformasi sosial dan politik berbasis ajaran Islam.

Dalam dokumen perintah eksekutif, Trump menjelaskan bahwa cabang-cabang Ikhwanul Muslimin terlibat aktif dalam kegiatan kekerasan serta upaya mengacaukan stabilitas di wilayah asal mereka sendiri.

Selain itu, gerakan ini juga diduga mendukung aksi yang merugikan warga Amerika serta kepentingan strategis negara adidaya tersebut di Timur Tengah.

Lembar fakta dari Gedung Putih menambahkan bahwa penetapan ini merupakan bagian dari strategi besar AS untuk menangkal ancaman terorisme lintas batas yang semakin kompleks.

Pemerintahan Trump menuduh Ikhwanul Muslimin memprovokasi aksi teror dan kampanye pengganggu terhadap sekutu AS di kawasan tersebut, termasuk dukungan langsung kepada kelompok militan.

Setelah serangan berdarah pada 7 Oktober 2023 yang memicu konflik Gaza, sayap bersenjata cabang Lebanon terlibat dalam peluncuran roket ke target militer dan sipil Israel.

Laporan intelijen AS juga mencatat bahwa seorang pimpinan senior cabang Mesir mendorong serangan bersenjata terhadap aset dan mitra Amerika di Timur Tengah tepat pada hari yang sama.

Sementara itu, pemimpin cabang Yordania diketahui memberikan bantuan material jangka panjang kepada sayap militer Hamas yang sudah lama ditetapkan sebagai teroris oleh Washington.

Sejak awal berdirinya, Ikhwanul Muslimin selalu menjadi pendukung vokal kemerdekaan Palestina dan pengkritik tajam terhadap kebijakan Israel di wilayah tersebut.

Hassan al-Banna sendiri pernah menyatakan bahwa isu Palestina merupakan tanggung jawab kolektif seluruh umat Islam di dunia.

Saudaranya, 'Abd al-Rahman al-Banna, mendirikan cabang di Palestina pada 1935 yang kemudian dipimpin oleh Al-Hajj Amin al-Husseini, seorang mufti yang ditunjuk oleh otoritas Inggris.

Tokoh kunci lain seperti 'Izz al-Din al-Qassam menjadi pelopor perlawanan bersenjata pertama atas nama Palestina melawan penjajah Inggris pada periode yang sama.

Perjuangan bersenjata kelompok ini berintensif saat Perang Arab-Israel 1948, di mana anggotanya berkoordinasi dengan pasukan Arab untuk melawan pendirian negara Israel.

Akibat Nakba atau pengusiran massal warga Palestina, banyak pengungsi yang bergabung dan memperkuat basis Ikhwanul Muslimin di pengungsian.

Pascaperang, aktivitas cabang di Tepi Barat lebih condong ke ranah sosial dan keagamaan tanpa sentuhan politik langsung, meskipun hubungan dengan Yordania relatif harmonis selama aneksasi wilayah tersebut.

Konflik dengan pemerintah Mesir yang menguasai Gaza pada 1967 sempat memuncak, tetapi kelompok ini tetap ikut bertempur bersama Mesir dalam Perang Enam Hari meski akhirnya kalah telak dari Israel.

Di masa kini, pendukung Ikhwanul Muslimin di Yordania sering menggelar demonstrasi pro-Palestina, mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk Gaza, serta mengecam normalisasi hubungan dengan Israel.

Di Turki dan Eropa, jaringan tersebut aktif melakukan kampanye solidaritas serta kritik pedas terhadap agresi Israel melalui berbagai platform media dan aksi lapangan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved