Repelita Jakarta - Pemberhentian mendadak Prof Yuddy Chrisnandi dari posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Anies Baswedan dari Menteri Pendidikan pada Kabinet Kerja periode pertama dianggap oleh sejumlah kalangan sebagai indikasi kuat adanya upaya menutupi dugaan ketidaksahihan ijazah sarjana Presiden Joko Widodo.
Dalam sesi dialog Madilog mantan duta besar untuk Ukraina itu secara terbuka menceritakan dinamika di balik reshuffle tersebut yang menurutnya berkaitan erat dengan inisiatif penertiban dokumen pendidikan palsu di kalangan pegawai negeri sipil.
Publik ramai membahas mengapa kedua menteri yang memiliki rekam jejak kinerja positif tiba-tiba dicopot tanpa penjelasan memadai meskipun prestasi mereka diakui luas selama menjabat.
Hingga kini kejadian itu masih meninggalkan spekulasi di kalangan masyarakat yang mempertanyakan motif politik di balik keputusan tersebut.
Pada kesempatan Madilog Yuddy sedikit mengungkap lapisan tersembunyi di balik pemecatan mereka yakni potensi pengungkapan fakta ijazah tidak sah jika keduanya tetap bertahan di kabinet.
Jika saja kedua menteri itu tidak segera dicopot oleh Jokowi niscaya kepalsuan ijazah Jokowi saat itu segera saja terungkap karena ketuanya memiliki integritas dan kapasitas intelektual yang memadai dan memilki basis akademik yang kuat untuk mengungkap sebuah kebenaran, ungkap Yuddy.
Meskipun keduanya kini tidak lagi menempati kursi kabinet peran mereka saat itu dijadikan sebagai argumen utama yang menunjukkan adanya upaya sistematis untuk mencegah penyelidikan lebih dalam terkait dokumen pendidikan presiden.
Jika saja Kepolisian dan UGM saat ini memiliki jiwa dan semangat yang sama seperti Yudhi dan Anies seperti saat di Kabinet itu niscaya kepalsuan ijazah Joko Widodo segera terungkap, tambahnya.
Dengan keterangan Yuddy di Madilog itu sudah membuka sebagian tabir tentang apa sesungguhnya ijazah Joko Widodo dan kini saatnya publik menunggu Anies soal polemik ijazah palsu Jokowi saat ini, lanjut Muslim Arbi selaku Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu.
Meski Anies belum bersuara soal kasus ijazah palsu Jokowi ini tetapi dengan sikap mbuletnya Jokowi pertahankan diri dalam ijazahnya itu semakin meyakinkan publik Jokowi memang berbohong soal ijazah dan kuliahnya di UGM itu, tegas Arbi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

