Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Jokowi Pilih Makan Malam dengan Mike Bloomberg, Sidang Ijazah Palsu Dibiarkan Menggantung?

Repelita Jakarta - Pengamat politik Iwan Setiawan menilai pilihan Joko Widodo yang lebih mengutamakan kehadiran di acara internasional Bloomberg ketimbang menghadiri sidang sengketa informasi ijazahnya menandakan adanya perbedaan prioritas yang sangat mencolok.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review tersebut, mantan Presiden RI ke-7 itu seharusnya tidak memandang sepele persoalan dugaan ijazah palsu yang hingga kini terus menggemparkan publik nasional.

Jokowi harus diingatkan juga bahwa jangan anggap enteng terkait kasus dugaan ijazah palsu ini. Akibat kasus ini gaduh se-Indonesia, padahal kegaduhan ini tidak perlu terjadi kalau Pak Jokowi menunjukkan langsung Ijazahnya kepada publik, tegas Iwan Setiawan ketika dihubungi pada Jumat, 21 November 2025.

Ia menegaskan bahwa memperlihatkan ijazah asli bagi seorang tokoh yang pernah menduduki jabatan tertinggi negara merupakan tindakan yang sangat wajar dan tidak berlebihan.

Terlebih lagi ketika masyarakat secara terbuka mempersoalkan keabsahan dokumen pendidikan yang digunakan dalam perjalanan politiknya selama ini.

Kasus ini, kalau kemudian tidak bisa dimenangkan oleh Jokowi (di pengadilan), akan berakibat buruk pada citra dan kredibilitasnya. Terutama akan berdampak buruk pula pada nasib politik anak-anak, menantu, dan kelompok politiknya, tambahnya dengan nada serius.

Sementara itu, pada Kamis malam 20 November 2025, Joko Widodo tercatat menghadiri jamuan makan malam mewah dalam rangkaian Bloomberg New Economy Forum yang digelar di New Capella Hotel, Singapura.

Dalam acara tersebut, ia mendapat kehormatan duduk berdampingan dengan pendiri Bloomberg, Mike Bloomberg, serta sejumlah tokoh penting dunia lainnya.

Bapak diundang Gala Dinner oleh Bloomberg dan diberikan tempat duduk makan malam di sebelah Mike Bloomberg, ungkap ajudan Joko Widodo, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah.

Forum bergengsi tersebut mengusung tema Thriving in an Age of Extremes dan berlangsung hingga Jumat, 21 November 2025.

Joko Widodo dijadwalkan menyampaikan pidato khusus sebagai anggota Dewan Penasihat Bloomberg New Economy.

Melalui akun Instagram pribadinya @jokowi, ia menyatakan pidatonya akan membahas arah pembangunan Indonesia serta kontribusi negara ini terhadap stabilitas ekonomi global.

Sebagai Dewan Penasihat Bloomberg New Economy, saya dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai arah pembangunan Indonesia dan peran kita dalam ekonomi global pada Jumat mendatang, tulis Joko Widodo.

Semoga dialog lintas-negara dan lintas-sektor di forum ini memperkuat kolaborasi dan mendorong inovasi, sambungnya dalam unggahan yang sama.

Di dalam negeri, proses sidang sengketa informasi terkait ijazah Joko Widodo terus berjalan dengan penuh ketegangan.

Pada Senin, 17 November 2025, Komisi Informasi Pusat menggelar sidang yang dihadiri koalisi Bongkar Ijazah Jokowi yang terdiri dari kalangan akademisi, aktivis, dan jurnalis.

Pihak termohon diwakili Universitas Gadjah Mada, KPU DKI Jakarta, KPU Surakarta, serta Polda Metro Jaya.

Majelis komisioner mendapati jawaban mengejutkan dari perwakilan Universitas Gadjah Mada yang menyatakan tidak memiliki Standar Operasional Prosedur legalisasi ijazah pada masa kuliah hingga pencalonan Joko Widodo.

Ketua Majelis Rospita Vici Paulyn juga menyoroti pemusnahan arsip pencalonan oleh KPU Surakarta dan meminta pertanggungjawaban atas tindakan tersebut.

Sidang yang berlangsung penuh tekanan itu semakin memperkuat sorotan publik terhadap tingkat transparansi dokumen krusial dalam proses pencalonan presiden di Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved