Menurut Jhon, ketidakberanian KPK hanya sebatas memanggil seorang kepala daerah telah mencoreng wibawa lembaga antirasuah di mata masyarakat luas.
Ia pun mempersoalkan apakah benar hukum di Indonesia saat ini dapat dipengaruhi oleh kekuatan keluarga tertentu, khususnya keluarga mantan Presiden Joko Widodo.
“Hanya untuk sekadar memeriksa saja tidak berani? Negara macam apa ini?," ujar Jhon melalui akun X @jhonsitorus_19 pada Senin 24 November 2025.
“Apa iya negara ini dikendalikan oleh satu keluarga saja? Apa iya hukum bisa didikte satu keluarga?," sambungnya dalam cuitan yang sama.
Jhon menegaskan bahwa supremasi hukum harus tetap menjadi panglima tertinggi dalam penyelenggaraan negara, bukan kekuasaan keluarga siapa pun.
“Hukum adalah panglima tertinggi, bukan keluarga Mulyono. KPK itu pemberantas koruptor, bukan penyelamat koruptor,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa nama seseorang yang berulang kali disebut dalam persidangan maupun Berita Acara Pemeriksaan sudah cukup menjadi dasar bagi KPK untuk memanggil yang bersangkutan sebagai saksi.
“Kalo ada orang yang berkali-kali disebut dalam pengadilan atau BAP, orang tersebut seharusnya dipanggil minimal sebagai saksi utk dimintai keterangan,” jelas Jhon.
Meski demikian, Jhon menegaskan bahwa dirinya tidak serta merta menuduh Bobby Nasution harus langsung ditetapkan sebagai tersangka.
“Saya tidak menyatakan harus jadi tersangka,” tandasnya.
Sebelumnya, pengamat politik Rocky Gerung juga pernah menyatakan bahwa posisi Bobby Nasution dalam kasus dugaan suap proyek jalan Sumatera Utara sudah berada di ambang status hukum yang lebih serius.
“Bobi sekarang bukan topik lagi, sebentar lagi tersangka. Kak dipanggil KPK,” kata Rocky Gerung seperti dikutip dalam kanal YouTube @Hendri Satrio Official pada 13 Juli 2025.
Rocky menilai lembaga intelijen sudah memiliki kesimpulan yang jauh lebih tegas ketimbang sekadar “berpotensi” seperti yang sering muncul dalam survei publik.
“Kalah kata-kata kedai kopi, lembaga survei, berpotensi tersangka. Tapi kalau lembaga intelijen, pasti tersangka,” ujarnya.
Menurut Rocky, kasus yang menyeret nama Bobby Nasution bukanlah rekayasa melainkan memang sudah menjadi perhatian publik sejak lama.
“Bobi bukan sengaja ditarget, memang ada potensi untuk menjadi tersangka. Karena itu kasus yang sudah diintai media massa dari awal,” ungkapnya.
Rocky bahkan memprediksi bahwa tergantung pada kebijakan presiden berikutnya, anggota keluarga Jokowi lainnya juga berpotensi terseret dalam pusaran hukum serupa.
“Keluarga Jokowi akan kena kalau Presiden RI nomor delapan memutuskan akan melakukan radical break,” pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

