Repelita Jakarta - Sepanjang sejarah Tentara Nasional Indonesia sejak berdiri hingga kini, hanya tiga perwira tinggi yang pernah menyandang pangkat jenderal bintang lima atau setara Jenderal Besar TNI.
Ketiga tokoh tersebut adalah Jenderal Soedirman, Jenderal Abdul Haris Nasution, dan Jenderal Soeharto yang masing-masing mendapatkan penghargaan atas jasa luar biasa bagi pertahanan dan keutuhan negara.
Pangkat bintang lima yang diperkenalkan secara resmi pada tahun 1997 mencakup tiga kategori yaitu Jenderal Besar untuk Angkatan Darat, Laksamana Besar untuk Angkatan Laut, serta Marsekal Besar untuk Angkatan Udara.
Hingga saat ini hanya gelar Jenderal Besar yang pernah diberikan kepada tiga nama tersebut, sementara dua gelar lainnya belum pernah dianugerahkan kepada siapa pun.
Jenderal Soedirman menjadi orang pertama yang menerima gelar tersebut pada 27 Juni 1947 melalui penetapan Presiden Soekarno sebagai bentuk penghormatan atas kepemimpinannya sebagai Panglima Besar pertama.
Lahir di Purbalingga pada 24 Januari 1916, Soedirman memulai karier militernya sejak era PETA di bawah pendudukan Jepang dan terus memimpin perjuangan bersenjata melawan penjajah hingga sakit parah.
Meski menderita tuberkulosis berat, ia tetap memimpin perang gerilya selama tujuh bulan pasca Agresi Militer Belanda II dan hanya berhenti bertempur atas perintah langsung Presiden Soekarno.
Soedirman menghembuskan napas terakhir pada 29 Januari 1950 di Magelang dalam usia 34 tahun dan dimakamkan sebagai pahlawan di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta.
Jenderal Abdul Haris Nasution mendapat gelar Jenderal Besar atas peran besar dalam penumpasan pemberontakan PKI Madiun 1948 serta pengembangan doktrin perang gerilya rakyat semesta.
Lahir di Kotanopan Sumatera Utara pada 3 Desember 1918, Nasution memulai pendidikan militer di era kolonial Belanda dan menjadi salah satu arsitek utama strategi pertahanan nasional.
Ia selamat dari upaya penculikan pada peristiwa G30S 1965 meski putrinya gugur sebagai korban, kemudian memainkan peran penting dalam transisi kekuasaan pasca Soekarno.
Nasution wafat pada 6 September 2000 di Jakarta setelah lama berjuang melawan stroke dan dimakamkan dengan upacara kenegaraan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Jenderal Soeharto menjadi pemegang ketiga gelar Jenderal Besar atas jasa-jasanya dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 serta kepemimpinan operasi pembebasan Irian Barat.
Lahir di Kemusuk Yogyakarta pada 8 Juni 1921 dari keluarga petani sederhana, Soeharto memulai karier militer sejak era KNIL Belanda dan terus menanjak hingga menjadi Panglima Kostrad.
Ia memainkan peran kunci dalam penumpasan G30S 1965 yang kemudian membawanya menjadi Presiden Republik Indonesia selama 32 tahun hingga mundur pada 21 Mei 1998.
Soeharto meninggal dunia pada 27 Januari 2008 di Jakarta setelah menjalani perawatan intensif akibat kegagalan multi organ.
Ketiga tokoh ini menjadi satu-satunya perwira tinggi yang dianggap memiliki kontribusi luar biasa sehingga layak menyandang pangkat tertinggi dalam sejarah militer Indonesia modern.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

