
Repelita Dhaka - Otoritas antikorupsi Bangladesh berhasil menyita hampir sepuluh kilogram emas dari brankas bank yang selama ini dikunci atas nama mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina pada Rabu 26 November 2025.
Penyitaan dilakukan oleh tim Central Intelligence Cell setelah membuka segel loker yang pertama kali ditutup pada September 2025 lalu.
Emas yang ditemukan terdiri atas koin resmi, batangan murni, serta berbagai perhiasan mewah.
Penyidik menduga kuat Hasina tidak pernah menyerahkan sejumlah hadiah kenegaraan yang seharusnya masuk ke Toshakhana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Saat ini aparat juga sedang mengusut kemungkinan penggelapan pajak serta memeriksa apakah seluruh emas tersebut pernah dilaporkan dalam dokumen perpajakan pribadinya.
Kasus ini mencuat di tengah gejolak politik yang semakin memanas setelah rezim Hasina runtuh dan kekerasan terus meningkat menjelang pemilu legislatif Februari 2026.
Awal November ini Mahkamah Pidana Internasional telah menjatuhkan hukuman mati terhadap Hasina atas penumpasan berdarah terhadap gelombang protes mahasiswa.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat sedikitnya seribu empat ratus orang tewas dalam rangkaian bentrokan tersebut.
Juru bicara Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB Ravina Shamdasani menegaskan bahwa vonis mati yang dijatuhkan secara in absentia sangat bermasalah.
"Hal ini sangat penting terutama ketika, seperti yang terjadi di sini, persidangan dilakukan secara in absentia dan berujung pada vonis hukuman mati," ujar Juru bicara OHCHR Ravina Shamdasani, dikutip dari Reuters, Rabu, 26 November 2025.
"Kami menyesalkan penjatuhan hukuman mati, kami menentangnya dalam segala situasi," tambahnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

