Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Gamal, Perantau di Jakarta yang Terpisah dengan Orang Tua di Aceh: Telepon Tak Tersambung Sejak Kamis, Kalau Bisa Dengar Suara Mereka Sebentar Saja

Foto udara kawasan permukiman penduduk yang rusak pascabanjir bandang di Desa Kuta Teungoh, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Minggu (30/11/2025). (Foto: Antara)

Repelita - Gamal terus memantau pesan yang dikirimkannya kepada kedua orang tua yang tinggal di Peureulak Aceh Timur dengan perasaan was-was yang mendalam.

Setiap beberapa menit dia membuka kembali aplikasi percakapan digitalnya sambil berharap muncul tanda centang biru atau balasan dari nomor telepon yang kini sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Pemuda berusia 21 tahun yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas negeri di Jakarta ini biasanya memiliki komunikasi rutin dan lancar dengan keluarganya di kampung halaman.

Namun situasi berubah drastis sejak bencana hidrometeorologi menerjang wilayah Aceh pada Selasa 25 November sehingga komunikasi menjadi kemewahan yang tak ternilai.

Komunikasi terakhir terjadi pada Kamis pagi 27 November ketika keluarganya mengabarkan bahwa air banjir sudah mulai memasuki rumah mereka.

Sejak saat itu telepon genggam kedua orang tuanya tidak lagi aktif meskipun telah berkali-kali dihubungi dari jarak ribuan kilometer.

Gamal menyampaikan keprihatinannya melalui wawancara pada Minggu 30 November mengenai berbagai upaya yang telah dilakukannya untuk menjangkau keluarga.

Terkadang nada sambung telepon sempat terdengar namun kemudian terputus di tengah jalan tanpa bisa terhubung kembali hingga hari Minggu.

Di rumah orang tuanya kini hanya tinggal kedua orang tuanya yang harus menghadapi situasi pascabencana dengan sangat terbatasnya pilihan.

Kondisi jaringan komunikasi yang mati total membuat perangkat telepon genggam menjadi barang elektronik yang tidak memiliki fungsi sama sekali.

Kecamatan Peureulak mengalami hujan deras disertai angin kencang berjam-jam yang mengakibatkan permukiman terendam dan jaringan listrik terputus.

Beberapa tiang telekomunikasi roboh dan akses jalan tertutup akibat tanah longsor serta pohon-pohon besar yang tumbang menutupi jalur transportasi.

Berdasarkan berita yang berhasil diakses Gamal sejumlah desa di wilayah tersebut dilaporkan terisolasi dari dunia luar.

Dia juga telah mencoba menghubungi nomor darurat kabupaten namun selalu muncul tanda cek list pertanda jaringan tidak mampu tersambung.

Kehidupan Gamal di Jakarta terasa berjalan sangat lambat dengan pikiran yang selalu tertuju kepada kampung halamannya.

Aktivitas kuliah tetap dijalani meskipun konsentrasinya sering terganggu oleh bayang-bayang kekhawatiran terhadap keselamatan orang tua.

Setiap dering telepon membuatnya terkejut dan berharap itu adalah kabar dari kampung halaman yang selama ini dinantikan.

Saat ini dia hanya bisa menunggu dengan sabar sambil berdoa agar sambungan komunikasi segera pulih seperti semula.

Informasi terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui portal berita dan media sosial menjadi sumber harapan satu-satunya.

Yang paling diinginkannya hanyalah mendengar suara orang tuanya meskipun hanya sebentar untuk memastikan mereka dalam keadaan selamat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan update terbaru mengenai korban meninggal akibat bencana alam di tiga provinsi Sumatra.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan dalam konferensi pers Sabtu 29 November bahwa korban meninggal di Sumatra Utara mencapai 166 orang.

Sementara di Aceh tercatat 47 korban jiwa dan di Sumatra Barat sebanyak 90 orang yang menjadi korban meninggal.

Masih terdapat korban hilang yang hingga kini belum ditemukan oleh tim pencarian dan pertolongan.

Pemerintah Aceh melalui Sekretaris Daerah M Nasir selaku Ketua Tim Penanggulangan Bencana mengumumkan pengiriman bantuan tanggap darurat melalui jalur laut.

Bantuan logistik akan didistribusikan ke kabupaten dan kota yang belum dapat dijangkau melalui jalur darat karena kerusakan infrastruktur.

Bantuan tersebut berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh Dinas Sosial dan persediaan yang ada di Lanud Sultan Iskandar Muda.

Pengiriman akan dilakukan menggunakan kapal cepat expres bahari yang menuju Aceh Utara Aceh Timur dan Kota Langsa.

Kapal bantuan tersebut akan bersandar di dua pelabuhan utama yaitu Krueng Geukueh dan Kuala Langsa untuk mempercepat distribusi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved