Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Erizal Bongkar: Kasus Ijazah Jokowi Bukan Soal Asli-Palsu, Tapi Alat Politik Bungkam Kritik dan Lindungi Gibran?

Repelita Jakarta - Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, menyatakan bahwa dukungannya kepada Roy Suryo dan kawan-kawan dalam kasus ijazah Jokowi bukan karena masih fanatik terhadap Jokowi, melainkan karena mantan Presiden tersebut sudah mendapat perlindungan aparat sementara para pengkritik justru terancam dipenjara.

Menurut Erizal, sejak awal Jokowi lebih memilih memenjarakan orang ketimbang menjawab keraguan publik dengan membuka ijazah aslinya secara transparan.

Prinsip “yang menuduh harus membuktikan” memang benar secara hukum, namun ijazah Jokowi sudah berhasil memenjarakan Bambang Tri dan Gus Nur, serta kini mengancam delapan orang lagi termasuk Roy Suryo cs.

Jika ijazah itu asli, seharusnya cukup dibuka sekali saja agar semua tuduhan berhenti, sebagaimana yang dilakukan Hakim Konstitusi Arsul Sani ketika dirinya dituduh memiliki ijazah palsu.

Erizal menilai sikap Arsul Sani yang membuka ijazahnya di depan publik tanpa melaporkan balik penuduh telah membantah semua alasan Jokowi dan pendukungnya selama ini.

Kini publik semakin curiga, jika ijazah benar-benar asli mengapa enggan dibuka, atau justru karena memang bermasalah sehingga dijadikan alat politik untuk membungkam kritik.

Kasus ijazah ini, kata Erizal, menjadi bukti nyata karakter politik Jokowi yang hidup dari pembelahan dan konflik, berbeda jauh dengan pendekatan merangkul yang diusung Prabowo.

Meskipun dulu mendukung Prabowo-Gibran, Erizal menyatakan politik Jokowi sudah kedaluwarsa dan tidak lagi selaras dengan arah Prabowo yang inklusif.

Ia yakin jika Roy Suryo cs bernasib buruk, Prabowo tidak akan membiarkan kasus remeh ini berlarut-larut karena tidak ada kepentingan politik di dalamnya.

Lebih jauh, Erizal menilai perjuangan Roy Suryo cs berhasil membongkar kelemahan PKPU Nomor 19 Tahun 2023 Pasal 18 ayat 3 yang memungkinkan seseorang tanpa ijazah SMA langsung memiliki ijazah sarjana dan maju sebagai capres-cawapres.

Berkat isu ini, peluang Gibran kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2029 menjadi tertutup, sehingga fokus politik Jokowi kini beralih ke Kaesang melalui PSI yang terus menampilkan foto Jokowi-Kaesang di semua materi kampanye.

Erizal memastikan bahwa PSI menjadi pertaruhan terakhir politik Jokowi pasca-Gibran, dan hasilnya akan terlihat dalam waktu dekat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved