Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Dana Riset Indonesia Naik Drastis di Era Prabowo, Berapa Angkanya?

Repelita Surabaya - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Stella Christie dengan tegas menepis segala isu pemangkasan dana riset nasional dengan menyatakan bahwa alokasi untuk kegiatan penelitian dan pengembangan justru melonjak drastis mencapai dua ratus delapan belas persen dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan Stella Christie usai menghadiri Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia di Universitas Negeri Surabaya.

“Dalam satu tahun kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, dana riset meningkat 218 persen, 218 persen! Tidak ada satu rupiah pun dana riset yang dipotong dari anggaran Kemendiktisaintek," tegas Stella Christie dengan nada menantang segala informasi yang beredar sebaliknya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah sama sekali tidak menyentuh dana riset sehingga seluruh alokasi dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memajukan inovasi dalam negeri.

“Jadi kalau ada berita-berita efisiensi dana riset dipotong itu berita yang tidak benar,” tambah Stella dengan penuh keyakinan.

Kenaikan dana riset yang luar biasa ini diarahkan untuk membangun paradigma baru yang disebut Diktisaintek Berdampak di mana hasil penelitian tidak lagi diukur dari jumlah publikasi semata melainkan dari kontribusi nyata terhadap kekuatan strategis bangsa.

“Kami sedang membangun paradigma baru, yaitu Diktisaintek Berdampak. Riset bukan sekadar angka publikasi, tetapi kekuatan strategis bangsa. Tidak akan ada pertumbuhan ekonomi tanpa inovasi teknologi,” ungkap Stella menjelaskan visi jangka panjang kementerian.

Seluruh hasil riset wajib selaras dengan prioritas nasional yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto terutama di bidang ketahanan pangan, energi, air bersih, serta hilirisasi industri agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.

“Yakinlah bahwa publikasi Bapak dan Ibu adalah kontribusi nyata untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pesan Stella kepada para akademisi dan peneliti yang hadir.

Pihak kementerian saat ini juga tengah memperjuangkan skema insentif riset langsung dari APBN kepada para peneliti individu sebagai stimulus tambahan untuk meningkatkan semangat dan produktivitas inovasi.

“Peneliti harus bisa mendapatkan insentif langsung kepada penelitiannya," tegas Stella.

“Kami belum berhasil 100 persen, belum setengah dari dana kami yang berasal dari APBN murni, kami masih belum dibolehkan untuk memberikan insentif langsung. Tapi kami perjuangkan. Karena ketika kami tidak memberikan insentif langsung kepada peneliti, ini tidak akan memberikan semangat dan sumbangsih yang nyata bagi penelitinya,” tutup Stella menunjukkan tekad kuat untuk mewujudkan perubahan tersebut.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved