Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Chusnul Chotimah Kritik Pedas Ahmad Ali: Dia Juga Sudah Kakek-kakek Cuma Jadi Penjilat Partai 2 Persen, Berani Olok Megawati!

Repelita Jakarta - Aktivis media sosial Chusnul Chotimah memberikan tanggapan keras terhadap ucapan Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali yang menyebut Megawati Soekarnoputri sebagai nenek-nenek yang terlalu lama menduduki kursi ketua umum partai.

Chusnul menilai Ahmad Ali telah melupakan posisinya sendiri sebagai tokoh senior yang hanya menjadi pengikut setia di partai berbasis suara minim.

Ahmad Ali ini lupa, dia sudah kakek-kakek cuma jadi penjilat di partai 2 persen, tulis Chusnul melalui akun Threads pada 24 November 2025.

Ia juga mengingatkan bahwa tanpa dukungan penuh Megawati sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, Joko Widodo tidak akan pernah mencapai jabatan wali kota hingga presiden dua periode.

Orang tua bungul ini juga lupa, kalau bukan Ibu Mega ketua umum PDIP, Jokowi nggak akan pernah jadi Wali Kota, Gubernur, dan Presiden, tegasnya.

Seumur hidup dia nggak akan kenal Jokowi, apalagi anaknya yang sekarang jadi tuannya, lanjut Chusnul dalam unggahan yang sama.

Chusnul juga menyindir keputusan PSI yang menempatkan Ahmad Ali di posisi strategis meskipun partai tersebut kekurangan stok kader berkualitas.

Begini dijadikan ketua harian, bukti PSI nggak punya kader. Sampah aja dijadikan petinggi partai, kritiknya.

Sebelumnya, politikus PDI Perjuangan Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Ahmad Ali sebagai upaya mencari perhatian murahan demi menjaga citra partai kecil.

Ahmad Ali itu sedang cari sensasi murahan saja untuk terus mengangkat PSI, ujar Ferdinand pada Minggu 23 November 2025.

Menurut Ferdinand, serangan bertubi-tubi terhadap NasDem dan PDI Perjuangan sengaja dilakukan agar PSI tetap menjadi bahan pembicaraan publik.

Supaya terus ada dalam frame pemberitaan, makanya dia serang NasDem lah, serang PDIP lah, katanya.

Ferdinand menyebut pola tersebut sebagai strategi khas partai kecil yang berjuang agar tidak tenggelam dari radar politik nasional.

Ya begitulah cara Partai Gurem untuk selalu berada dalam frame pemberitaan supaya tidak hilang, ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa tudingan Jokowi tidak dihargai oleh PDI Perjuangan sama sekali tidak berdasar dan menyesatkan.

Jokowi itu bukan tidak dihargai di PDI Perjuangan, Jokowi itu sangat dihargai, tegas Ferdinand.

Kalau Jokowi tidak dihargai, Jokowi itu tidak akan pernah diusulkan sampai dua periode oleh PDI Perjuangan, tambahnya.

Meskipun ada sejumlah kebijakan Jokowi yang tidak sepenuhnya sejalan dengan garis partai, PDI Perjuangan tetap memberikan ruang luas agar pemerintahan dapat berjalan lancar.

Jokowi itu sangat mendapat tempat di PDI Perjuangan, makanya banyak kebijakannya yang meski tidak disetujui, tetapi dibiarkan berjalan oleh PDI Perjuangan, pungkas Ferdinand.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved