Gerakan tanah akibat saturasi air hujan yang meresap ke lapisan bawah permukaan menyebabkan longsor skala menengah yang langsung berdampak pada struktur bangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di kampus tersebut.
Gedung fakultas kini terlihat miring secara signifikan dengan retakan besar di dinding dan pondasi, sehingga berpotensi runtuh kapan saja jika tidak segera ditangani dengan evakuasi total dan penguatan sementara.
Beberapa kendaraan roda dua dan empat yang diparkir di sekitar lokasi ikut terseret puing longsor, sementara akses jalan menuju area kampus terputus sementara untuk mencegah korban jiwa dari jatuhnya material tambahan.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang segera dikerahkan untuk melakukan penanganan awal, termasuk pemasangan garis pengaman dan penilaian risiko lanjutan di zona yang masih rawan gerak tanah.
Benar, gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sudah tampak miring. Hujan deras membuat tanah di area itu bergerak dan menyebabkan longsor, ujar Hendri Zulviton selaku Kepala BPBD Kota Padang.
Personel kepolisian dari Polsek Koto Tangah juga turun ke lapangan untuk mengamankan perimeter dan memastikan tidak ada aktivitas mahasiswa atau staf yang mendekati bangunan yang terancam roboh.
Belum ada laporan terkait korban jiwa. Kami masih melakukan pemeriksaan langsung di lapangan, tambah Kompol Afrino, Kapolsek Koto Tangah.
Pihak kampus UIN Imam Bonjol sementara membatasi akses ke area terdampak dan memindahkan kegiatan belajar mengajar ke lokasi alternatif untuk menghindari bahaya bagi ribuan sivitas akademika.
Kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama, mengingatkan pada kerentanan wilayah Padang yang berada di zona geologis aktif dan sering dilanda longsor musiman.
Otoritas daerah menekankan pentingnya monitoring berkelanjutan terhadap bangunan publik di lereng sungai, dengan rencana penilaian struktural mendalam untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

