Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[BLUNDER] Adi Prayitno Kritik Pedas Ahmad Ali: Dulu PSI Tak Berani Sentil PDIP, Kini Vulgar Frontal Demi Bela Jokowi, Bisa Jadi Bumerang 2029!


Repelita Jakarta - Pengamat politik Adi Prayitno menilai munculnya sindiran tajam dari Ketua Harian PSI Ahmad Ali terhadap partai yang dipimpin sosok senior selama puluhan tahun menandakan perubahan signifikan dalam gaya komunikasi politik PSI.

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia tersebut, sebelum era Ahmad Ali, baik kader PSI maupun relawan Jokowi hampir tidak pernah berani melontarkan kritik langsung kepada PDI Perjuangan.

Dulu tidak ada kader PSI ataupun relawan Jokowi yang berani menyindir PDIP. Tapi di tangan Ahmad Ali sebagai ketua harian, berani menyindir, ungkap Adi Prayitno melalui kanal YouTube pribadinya pada Senin 24 November 2025.

Ia menggambarkan Ahmad Ali sebagai figur yang jauh lebih agresif, vokal, dan frontal dibandingkan elite PSI generasi sebelumnya.

Ahmad Ali sebagai sosok yang agresif di satu sisi memberikan pembelaan, tapi juga sering menyerang pihak-pihak lainnya. Ini menjadi salah satu fenomena politik yang harus diakui menjadi pembicaraan di media sosial termasuk media mainstream, katanya.

Banyak kalangan menilai gaya Ahmad Ali sudah melewati batas kewajaran dengan kata-kata yang vulgar dan terlalu keras.

Ahmad Ali dianggap terlampau agresif, vulgar, kata-katanya frontal. Tapi bagi Ahmad Ali, bodo amat. Sepanjang itu berkaitan dengan Jokowi yang menjadi patrolinya PSI, maka Ahmad Ali tidak akan tinggal diam dan siap pasang badan, tegas Adi.

Namun Adi mempertanyakan apakah pendekatan komunikasi keras tersebut akan menguntungkan PSI atau justru menjadi bumerang di mata publik.

Apakah statement Ahmad Ali sangat mantap atau sebaliknya bisa menjadi sesuatu yang kurang baik, terutama bagi PSI yang saat ini sedang berbenah menjadi partai politik yang berharap di 2029 lolos parlemen?, tanyanya.

PSI yang dua kali gagal masuk parlemen kini mengandalkan kedekatan dengan Jokowi sebagai modal utama, sementara gaya serang-menyerang berpotensi menjauhkan simpati pemilih.

Komunikasi politik yang terlampau agresif dan menyerang tidak akan mendapat respons positif dari masyarakat, pungkas Adi Prayitno.

Analisis ini semakin memperjelas bahwa kehadiran Ahmad Ali telah mengubah wajah PSI dari partai yang dulu relatif kalem menjadi jauh lebih konfrontatif di panggung nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved