
Repelita Jakarta - Persoalan mengenai keabsahan sertifikat kelulusan dari Fakultas Kehutanan di Universitas Gadjah Mada yang dimiliki oleh Presiden ketujuh Indonesia, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, masih saja menjadi topik perdebatan yang tak kunjung usai di kalangan masyarakat luas.
Belakangan ini, sebuah berkas resmi muncul ke permukaan dan diklaim sebagai peraturan dari pemimpin kota Surakarta pada periode 2006, di mana identitas Joko Widodo disebutkan tanpa adanya tambahan predikat pendidikan tinggi sama sekali.
Masalah ini kembali menjadi sorotan setelah dibahas oleh seorang tokoh dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bernama Bambang Beathor Suryadi.
Akan tetapi, ketika tim jurnalistik berusaha mendapatkan keterangan lebih mendalam tentang keaslian berkas itu, Beathor masih belum mampu menyampaikan respons yang pasti dan meyakinkan.
“Belum dapat konfirmasi jelas terkait dokumen tersebut,” katanya lewat sambungan telepon, Selasa sore, 18 November 2025.
Sejarah latar belakang studi Jokowi memang sudah lama menjadi bahan kontroversi yang tak pernah pudar, di mana ia dikabarkan berhasil bergabung dengan jurusan kehutanan di UGM hanya bermodalkan sertifikat lulus dari Sekolah Menengah Pertama Pembangunan di Surakarta, sementara itu juga tersebar kabar bahwa catatan prestasi akademiknya menampilkan indeks prestasi kumulatif yang bahkan belum menyentuh angka dua.
Muncul pula berbagai asumsi dari masyarakat, di antaranya adalah anggapan bahwa apabila sertifikat asli memang ada, maka kemungkinan besar hanya setingkat diploma sarjana muda atau yang dikenal sebagai Bachelor of Science.
Meskipun begitu, segala bentuk informasi ini sampai sekarang masih menjadi bahan perdebatan sengit di berbagai kalangan dan belum ada pernyataan resmi yang bisa menjernihkan situasi, sehingga isu ini terus menjadi teka-teki yang menggelitik rasa penasaran publik.
Editor: 91224 R-ID Elok

