
Repelita Jakarta - Anggota Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kaburusawan Harman menyampaikan sindiran tajam terkait isu pemalsuan ijazah dalam rapat kerja yang membahas peninjauan Undang-Undang Guru dan Dosen.
Rapat kerja tersebut digelar bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama di Gedung Nusantara DPR RI Senayan pada Rabu 19 November 2025.
Benny Harman awalnya menyampaikan kekhawatiran mengenai maraknya praktik pembelian sertifikat pendidik yang tidak sah oleh oknum guru.
Kekhawatiran tersebut kemudian dihubungkan dengan kasus tuduhan ijazah palsu yang sedang menjadi sorotan publik luas saat ini.
Ia secara khusus mencontohkan sikap Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani yang langsung menampilkan bukti ijazah asli ketika menghadapi tudingan serupa.
"Ada teman saya, Pak Menteri, Hakim dituduh ijasa palsu. Ya sahabat baik saya Pak Arsul Sani. Tapi hebatnya dia. Dia tampil di depan tunjuk itu ijasanya yang asli. Nggak kayak yang lain," ujar Benny.
Pernyataan tersebut langsung memicu tawa dari seluruh peserta rapat yang hadir di ruangan termasuk menteri terkait serta anggota Baleg lainnya.
Sindiran Benny Harman tersebut langsung menjadi viral di media sosial dan memicu berbagai interpretasi dari publik.
Pegiat media sosial Chusnul Chotimah menilai pernyataan itu sebagai tanda nyata bahwa pengaruh mantan Presiden Joko Widodo sudah tidak lagi diperhitungkan di kalangan elite politik nasional.
Menurutnya sikap berani Benny Harman yang berasal dari partai oposisi menunjukkan perubahan dinamika kekuasaan pasca pergantian presiden.
"Andan termul masih berpikir Jokowi masih disegani dan punya pengaruh, mimpi.🤥😝," tegas Chusnul Chotimah.
Pernyataan Benny Harman dinilai semakin memperkuat narasi bahwa isu keaslian dokumen pendidikan pejabat tinggi negara masih menjadi bahan perdebatan hangat.
Rapat kerja Baleg DPR RI tersebut pada dasarnya fokus pada evaluasi implementasi Undang-Undang Guru dan Dosen.
Namun intervensi Benny Harman berhasil mengalihkan perhatian sementara ke persoalan integritas dokumen akademik di level tertinggi.
Hingga saat ini belum ada respons resmi dari pihak yang tersindir terkait pernyataan tersebut.
Editor: 91224 R-ID Elok

