
Repelita Jakarta - Aktivis senior Beathor Suryadi memuji langkah politisi PDIP Arsul Sani yang dengan tegas memperlihatkan ijazah aslinya kepada publik melalui konferensi pers.
Sikap terbuka tersebut dinilai sebagai contoh nyata transparansi yang seharusnya juga ditunjukkan oleh mantan Presiden Joko Widodo terkait dokumen pendidikannya.
Beathor menegaskan bahwa tindakan Arsul Sani justru semakin memperkuat keyakinan masyarakat bahwa ijazah Jokowi yang disembunyikan selama dua dekade merupakan dokumen palsu.
"Dengan tampilnya konferensi pers Prof. Dr. Arsul Sani kemarin sore membuktikan bahwa selama 20 tahun ijazah Jokowi yang tersembunyi itu adalah palsu. Ini meyakinkan rakyat Indonesia," ujar Beathor.
Menurutnya, penggunaan ijazah palsu tersebut telah memungkinkan Jokowi menduduki berbagai jabatan publik dalam kurun waktu yang panjang.
Beathor juga menduga adanya keterlibatan oknum di KPU dan KPUD yang sengaja menghilangkan dokumen penting saat proses pencalonan Jokowi di tingkat daerah.
Ia menuding kepemimpinan Jokowi telah merusak tatanan berbagai lembaga negara, mulai dari kepolisian, militer, hingga praktik jual beli jabatan di berbagai sektor.
"Akibat kepemimpinan Jokowi, semua menjadi rusak. Semua jabatan ini dan itu menjadi ga benar, semua sudah dibayar," ujarnya.
Beathor turut mempertanyakan sikap Universitas Gadjah Mada yang dinilai terlalu membela Jokowi sehingga reputasi kampus tersebut menjadi terganggu akibat polemik berkepanjangan ini.
"Kenapa Jokowi dan kawan-kawannya mengorbankan ijazah UGM untuk permainan politik ini? Menjadi rusaklah UGM yang seharusnya menjadi penerang," tanya Beathor.
Editor: 91224 R-ID Elok

