Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Agus Wahid Ingatkan Bahaya Celah Bandara Morowali dan Potensi Lalu Lintas Barang serta Orang Tanpa Kontrol Negara

Arsip Agus Wahid - FREEDOM NEWS INDONESIA

Repelita Jakarta - Analis politik Agus Wahid kembali mengemukakan pandangannya mengenai dugaan operasional fasilitas penerbangan khusus di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, yang selama ini berlangsung tanpa keterlibatan petugas Bea Cukai maupun Imigrasi selama hampir satu dekade.

Menurutnya, situasi semacam itu berpotensi menciptakan kerugian finansial masif bagi bangsa dan negara.

Di samping people smuggling (penyelundupan manusia), kita perlu mempertanyakan, berapa juta ton barang-barang China masuk ke Tanah Air tanpa melalui petugas bea cukai dan petugas imigrasi, ujar Agus dalam pernyataannya pada Kamis 29 November 2025.

Walaupun pembuktian secara angka pasti memang menantang, namun masa operasional yang mencapai sekitar sembilan tahun tanpa monitoring ketat dari instansi terkait membuat asumsi tentang masuknya muatan impor dalam skala besar menjadi masuk akal.

Meski sulit dibuktikan secara kuantitatif, tapi durasi selama sekitar sembilan tahun tanpa pengawasan petugas bea cukai dan imigrasi, maka cukuplah makes sense jika muncul opini perkiraan jutaan ton barang impor melalui Bandara Morowali, katanya.

Agus turut menyoroti implikasi terhadap pendapatan negara dari ranah perpajakan dan pungutan masuk barang.

Berapa triliun rupiah potensi dana menguap dari barang-barang import China, timpalnya.

Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah-langkah cepat dan tegas dengan melibatkan seluruh kementerian yang bersangkutan.

Mencermati kelakuan para bandit (eksportier China dan importier Indonesia selaku komprador), maka Prabowo harus segera mengerahkan Menteri Keuangan Purbaya untuk merevitalisasi penerimaan negara dari Morowali, Agus menuturkan.

Juga, Menteri Hukum dan Menteri Pertahanan harus segera mengambil tindakan super tegas, tambahnya.

Lebih dari sekadar dampak ekonomi, Agus menekankan bahwa fenomena ini juga melibatkan ranah otonomi negara dan perlindungan wilayah nasional.

Yang harus dilihat, bukan hanya sektor penerimaan negara, tapi kedaulatan negara yang sudah disusupi secara massif dan penuh terencana, dari sisi gambaran sosok paramiliter asing, juga jumlah barang yang mengakibatkan pelaku ekonomi nasional semakin lemah saat berkompetisi di pasar terbuka, terangnya.

Ia bahkan membuka kemungkinan adanya peredaran komoditas terlarang melalui rute tersebut.

Tidak tertutup kemungkinan, di tengah arus barang impor itu terdapat barang-barang haram lainnya (narkoba), imbuhnya.

Berdasarkan hal itu, Agus menegaskan urgensi intervensi langsung di tingkat lapangan.

Dalam jangka pendek, Bandara harus ditutup. At least, dilakukan reorganisasi pengoperasian Bandara yang tidak boleh lagi di bawah kendali China, tegasnya.

Agus juga mendorong evaluasi komprehensif terhadap keseluruhan kawasan Indonesia Morowali Industrial Park beserta alur dagang dan sumber daya manusia di dalamnya.

Selain itu, ia menyinggung kebutuhan perhatian mendalam terhadap Bandara Kertajati di Majalengka yang menurutnya patut ditelaah kembali.

Landasannya bukan hanya inefisiensi, tapi dugaan kuat keberadaan Bandara Kertajati selama ini dijadikan bandara mobilisasi TKA China yang notabene paramiliter, kuncinya.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved