Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Rudi S Kamri Puji Ketegasan Purbaya Selamatkan APBN, Tegaskan Uang Negara Bukan untuk Tutup Proyek Gagal

Repelita Jakarta - Pegiat sosial politik Rudi S Kamri menilai gaya kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi angin segar bagi ekonomi Indonesia.

Menurutnya, Purbaya tampil sebagai sosok menteri yang komunikatif, tegas, dan berani mengambil keputusan penting untuk menjaga uang negara tetap sehat.

“Biasanya Menteri Keuangan itu pelit bicara tapi Purbaya ini beda. Dia blak-blakan, responsif terhadap wartawan, dan yang penting tindakannya konkret,” kata Rudi dalam kanal YouTube-nya.

Salah satu langkah yang dipuji Rudi adalah sikap Purbaya yang menolak rencana pembebanan utang KCIC (Kereta Cepat Jakarta–Bandung) ke APBN.

Rudi menyebut keputusan itu menunjukkan keberanian Purbaya menjaga fiskal negara dari proyek-proyek mercusuar peninggalan masa lalu yang tidak efisien.

“Kereta cepat ini dari awal sudah tidak visible. Hutangnya ke bank China, bunganya saja Rp2 triliun setahun. Kalau itu dibebankan ke APBN negara makin berat. Untung Purbaya tegas menolak,” tegas Rudi.

Menurutnya, janji era Presiden Jokowi yang menyebut proyek kereta cepat murni kerja sama B2B tanpa uang rakyat kini terbukti meleset.

“Dulu katanya tanpa APBN nyatanya negara ikut suntik modal sampai triliunan dan jamin utang. Sekarang mau dibebankan lagi? Untung ada Purbaya,” lanjutnya.

Rudi juga menyinggung wacana penggunaan dana APBN untuk membangun ulang Pesantren Al-Qosim di Sidoarjo yang ambruk beberapa waktu lalu.

Ia menilai langkah itu tidak tepat dan bisa menciptakan kecemburuan antar lembaga pendidikan.

“Kalau pesantren itu dibangun pakai APBN, pesantren lain pasti akan menuntut hal yang sama. Harusnya ada tanggung jawab hukum dan penggalangan dana masyarakat bukan dari uang negara,” ujarnya.

Ia mendorong Purbaya untuk tetap konsisten menjaga disiplin fiskal dan menolak tekanan politik agar dana publik tidak digunakan secara emosional.

Selain itu, Rudi juga memuji kebijakan Purbaya yang berani menarik kembali anggaran kementerian/lembaga yang tidak terserap, termasuk dana program makan bergizi gratis.

“Bahkan meskipun ditegur Luhut, Purbaya tetap bilang atasan saya cuma satu Presiden Republik Indonesia. Ini keberanian luar biasa,” kata Rudi.

Rudi menyebut Purbaya sebagai Guardian of Fiskal yang mampu membawa harapan baru di tengah ekonomi rakyat yang kembang kempis.

“Utang kita sudah Rp9.000 triliun belum lagi utang BUMN dan swasta. Purbaya ini hadir di waktu yang tepat. Dia jaga APBN supaya tidak jebol lagi,” ujarnya.

Ia menutup dengan ajakan agar masyarakat mendukung Purbaya tetap fokus bekerja dan tidak terjebak dalam isu politik.

“Biarkan Purbaya jaga APBN jangan dulu diseret ke panggung 2029. Indonesia butuh dia tetap netral dan tegas.”(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved