
Repelita Jakarta - Roy Suryo melalui akun media sosialnya @KRMTRoySuryo2 telah menyoroti persoalan proyek kereta cepat Whoosh sejak dua tahun lalu.
Dalam unggahan tertanggal 19 Juli 2022, mantan Menpora ini mengungkapkan kritiknya terhadap pengelolaan proyek kereta cepat Indonesia-China.
Dia memperkenalkan istilah KECEBONG sebagai singkatan dari Kereta Cepat Bohong-bohongan untuk menggambarkan kondisi proyek tersebut.
Roy Suryo menyatakan bahwa istilah tersebut sengaja dibuat untuk menyoroti berbagai persoalan dalam pelaksanaan proyek.
Unggahan lama ini kembali relevan dengan perkembangan terbaru mengenai pembiayaan Whoosh.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang telah menegaskan penolakan penggunaan APBN untuk membayar hutang KCIC.
Keputusan pemerintah ini menuai berbagai tanggapan dari kalangan pengamat dan masyarakat.
Roy Suryo dalam unggahannya menyebut proyek kereta cepat Whoosh sebagai proyek yang amburadul.
Twit asli dari tahun 2022 tersebut menjadi bukti bahwa kritik terhadap proyek ini sudah lama mengemuka.
Berbagai pihak sebenarnya telah mengingatkan potensi masalah dalam pengelolaan proyek strategis ini.
Roy Suryo termasuk yang konsisten menyampaikan pandangan kritisnya melalui kanal media sosial.
Istilah KECEBONG yang dipopulerkannya menjadi perbincangan di kalangan pengguna Twitter.
Proyek kereta cepat Whoosh merupakan kerja sama infrastruktur besar antara Indonesia dan China.
Pemerintah terus berupaya menyelesaikan berbagai tantangan dalam pengelolaan proyek ini.
Pembiayaan proyek infrastruktur strategis memang memerlukan pertimbangan matang dari berbagai aspek.
Masyarakat mengharapkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek-proyek nasional.
Pelajaran dari pelaksanaan proyek Whoosh dapat menjadi bahan evaluasi untuk proyek strategis lainnya.
Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah terbaik untuk menyelesaikan persoalan pembiayaan.
Berbagai masukan dari pengamat seperti Roy Suryo dapat menjadi pertimbangan dalam perbaikan tata kelola.
Proyek kereta cepat Whoosh tetap menjadi aset strategis transportasi nasional ke depan.
Pemanfaatan yang optimal diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

