Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Pengamat Nilai Serbuan Massa ke DPR Tanda Kegagalan Politik Pemerintahan Prabowo

Repelita Jakarta - Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti memberikan penilaian terhadap insiden penyerbuan Gedung DPR akhir Agustus 2025. Dalam diskusi publik bertajuk "1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Emas atau Cemas?" di Jakarta pada Minggu (19/10/2025), ia menyatakan peristiwa tersebut menjadi simbol kegagalan pengelolaan politik.

Rangkuti menegaskan bahwa insiden tanggal 27 hingga 30 Agustus 2025 merupakan pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia gedung parlemen didatangi massa. Menurut analisisnya, peristiwa ini mencerminkan kegagalan politik dalam pemerintahan saat ini.

Serangan massa ke kompleks parlemen dan tindakan persekusi terhadap anggota dewan menunjukkan kemarahan publik yang tak tersalurkan. Gelombang protes yang berlangsung selama beberapa hari itu mengindikasikan lemahnya komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.

Institusi politik dinilai rapuh dalam merespons kritik dari publik. Kejadian ini merupakan puncak dari akumulasi kekecewaan terhadap elite politik yang gagal menangkap aspirasi rakyat.

Rangkuti menambahkan bahwa krisis politik ini turut dipicu melemahnya fungsi oposisi. Ketika semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, masyarakat kehilangan saluran aspirasi yang seharusnya menjadi penyeimbang pemerintah.

Kondisi tersebut mengingatkan pada model pemerintahan yang terlalu sentralistik dan tertutup terhadap kritik. Melemahnya ruang oposisi dianggap memicu masyarakat mengekspresikan kekecewaan secara langsung melalui aksi di jalanan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved