
Repelita Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dirinya tidak takut dengan siapapun karena telah terbiasa bekerja dengan pengambil keputusan di berbagai rezim pemerintahan.
Purbaya mengaku pernah menjadi bawahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, Menko Perekonomian 2009—2014 Hatta Rajasa, Menko Perekonomian 2014 Chairul Tanjung, hingga Menko Marves 2016—2024 Luhut Binsar Pandjaitan.
"Jadi, saya sudah biasa bergaul dengan top-top thinker-nya di Indonesia. Saya enggak pernah takut sama siapa saja jadinya. Saya udah selalu terekspos dengan cara berpikir mereka, cara mereka mengambil keputusan," ungkap Purbaya dalam forum Investor Daily Summit 2025, Jakarta, dikutip pada Minggu, 12 Oktober 2025.
Dia juga memuji kemampuan Presiden Prabowo Subianto dalam mengambil keputusan. Purbaya menceritakan proses pemanggilan dirinya ke Hambalang, Bogor, bersama empat orang lainnya pada awal September 2025 untuk membahas arah kebijakan ekonomi.
Dalam pertemuan itu, Purbaya mengaku sempat memperingatkan kemungkinan pergantian kekuasaan apabila kebijakan ekonomi tidak segera diubah.
"Kalau hari Minggu, waktu itu saya enggak ngomong, ya sudah lah, enggak ada kans untuk bicara lagi. Waktu ketemu, rapatnya berlima. Begini, begini, begini, saya bilang tadi, saya takut-takuti, 'Februari Pak [bakal pergantian kekuasaan],' 'Oh gitu ya?' Nah itu, recipe to my success, kita takut-takutin dia," ujarnya.
Purbaya menyampaikan data ekonomi dari era Presiden ke-2 Suharto hingga Presiden ke-7 Joko Widodo, menekankan adanya pola ekspansi ekonomi sekitar tujuh tahun dan penurunan sekitar satu tahun.
Ia menilai kesalahan pengambilan keputusan di masa krisis bisa memicu pergantian kekuasaan, sebagaimana terjadi pada era Suharto dan Gus Dur.
Dia menekankan pentingnya menjaga likuiditas dengan pertumbuhan uang primer (M0) agar ekonomi tidak kering.
Purbaya menyebut pertumbuhan M0 mendekati 0% pada pertengahan 2025 menjadi salah satu alasan demonstrasi besar-besaran di kota-kota besar pada akhir Agustus 2025.
"Kalau kita tidak berubah arah kebijakan ekonomi pada waktu itu, kita akan terus mengalami demo dari minggu ke minggu.
Semakin lama, semakin parah, dan penghitungan saya sebagai ekonom dan setengah dukun, Februari tahun depan akan menjadi pergantian kekuasaan yang cost-nya buat masyarakat kita mahal.
Nah, itu dari Presiden Prabowo, makanya saya dimasukin, 'Yawudah lo betulin'," ujarnya.
Setelah memberikan masukan tersebut, pada Senin, 8 September 2025, Purbaya resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang telah menjabat selama 14 tahun. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

