Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Herwin Sudikta menanggapi pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) sudah dalam kondisi buruk saat diterima olehnya.
Herwin menyebut pernyataan tersebut janggal, mengingat Luhut disebut turut terlibat sejak awal dalam proses proyek strategis tersebut.
Jadi katanya, waktu diterima proyek kereta cepat, barang udah busuk. Padahal dari awal, dia juga yang ikut ngaduk adonannya.
Ia menyampaikan sindiran tajam yang menggambarkan sikap lepas tangan terhadap masalah yang kini muncul dalam proyek tersebut.
Sekarang setelah baunya nyengat, malah pura-pura baru lewat dapur.
Cuci tangan emang lebih enak daripada cuci piring ya, Pung?
Sebelumnya, Luhut menyatakan bahwa proyek Whoosh memang bermasalah sejak awal dan tidak pernah ada permintaan penggunaan dana APBN untuk menutup kewajiban proyek tersebut.
Whoosh itu masalahnya apa sih, itu kan tinggal restructuring aja. Siapa yang minta APBN, tak ada yang pernah minta APBN.
Ia menjelaskan bahwa dirinya terlibat langsung sejak awal dan telah berkoordinasi dengan pihak Tiongkok.
Saya udah bicara dengan Cina, karena saya yang dari awal mengerjakan itu. Karena saya terima sudah busuk gitu barang, kemudian kita coba perbaikin, kita audit BPKP.
Luhut menyebut bahwa pihak Tiongkok bersedia melakukan restrukturisasi pembiayaan, namun prosesnya sempat tertunda akibat pergantian pemerintahan.
Kemudian kita berunding dengan Cina, dan Cina mau untuk melakukan. Tapi kemarin pergantian pemerintah agak terlambat.
Sehingga sekarang perlu ditunggu kepres supaya timnya segera berunding. Dan sementara Cinanya sudah bersedia kok, gak ada masalah.
Ia juga menyindir pihak-pihak yang menurutnya berbicara tanpa memahami data secara menyeluruh.
Whoosh akan diganti dengan South China, apa lagi ini? Saran saya, kalau kita gak ngerti datanya gak usah komentar dulu.
Nanti cari datanya baru berkomentar, baru enak. Karena kalau tidak, atau mungkin cari populeritas murahan, ya silakan lah. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

