
Repelita Serang - Kasus Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, yang menampar seorang siswa bernama Indra karena kedapatan merokok, berujung pada saling memaafkan antara kedua belah pihak.
Insiden tersebut sempat viral dan memicu reaksi publik, termasuk komentar dari mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu.
“Kepala sekolah minta maaf ke murid karena tegakkan disiplin?” tulis Didu dalam unggahannya di X pada Jumat, 17 Oktober 2025.
“Sudah mau kiamat?” sambungnya.
Setelah mencuat ke publik, kasus ini dimediasi oleh Gubernur Banten Andra Soni pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Dini dan Indra saling menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Situasi sempat memanas ketika orang tua Indra membawa kasus ini ke jalur hukum karena tidak terima anaknya diperlakukan demikian.
Namun, dukungan publik justru mengalir kepada Dini yang dinilai hanya menjalankan disiplin dan bahwa penonaktifannya dianggap berlebihan.
Gubernur Andra Soni mengambil langkah damai dengan mempertemukan keduanya agar masalah tidak berlarut-larut.
“Saya minta maaf atas kesalahan saya,” ujar Indra kepada gurunya sambil menundukkan kepala, dikutip pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Dini menerima permintaan maaf tersebut dan turut menyampaikan penyesalan atas tindakannya.
“Ibu maafkan, dan ibu juga minta maaf atas kata-kata ibu. Semoga hati Indra bisa ikhlas,” ucap Dini.
“Pak Gubernur telah memberikan pengajaran tentang keikhlasan. Semoga Indra legowo dan sukses,” sambungnya.
Dini mengaku khilaf atas perilakunya saat menegur Indra dan menegaskan tidak memiliki niat untuk menyakiti siswanya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

