Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Kapal ambulans Pemkab Pangkep hilang kontak di Selat Makassar, tim SAR masih lakukan pencarian intensif

Tampilan Kapal Ambulans yang dinyatakan hilang kontak di perairan Selat Makassar, sejak Senin (13/10/2025).

Repelita Makassar - Pencarian terhadap kapal ambulans milik Pemerintah Kabupaten Pangkep yang dilaporkan hilang kontak di Selat Makassar sejak Senin, 13 Oktober 2025, masih belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap kapal yang membawa tiga warga dari Pulau Tinggalungan menuju Pulau Dewakkang.

Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Kelas A Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa pencarian intensif telah dilakukan menggunakan KN SAR Kamajaya, namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal.

“Tadi kita sudah melakukan pencarian di sebelah barat jalur. Kita juga mengecek beberapa pulau di sekitar itu dan kosong. Sampai saat ini masih nihil,” ujar Andi pada Kamis, 16 Oktober 2025 malam.

Selain menyisir jalur utama perairan, tim juga menelusuri rute pelayaran yang diperkirakan dilalui kapal ambulans tersebut.

Dugaan sementara menyebutkan kapal mengalami mati mesin dan hanyut mengikuti arus laut ke arah barat.

“Kalau dia memang mati mesin, mengikuti arus ke barat. Kita sudah sisir di situ, masih nihil,” sebut Andi.

Basarnas telah melakukan koordinasi lintas provinsi untuk memperluas area pencarian.

Polairud yang terlibat dalam operasi ini juga telah menghubungi pos pengawasan di wilayah perairan lain, termasuk di Nusa Tenggara Timur.

“Teman-teman Polairud sudah menelpon ke pos-pos yang ada di pulau-pulau tersebut,” tambahnya.

Karena cuaca memburuk dan jarak pandang terbatas, pencarian dihentikan sementara pada malam hari dan akan dilanjutkan esok pagi.

"Kalau malam jarak pandang kurang bagus. Teman-teman juga butuh istirahat. Besok pagi baru lanjut karena cuaca pas sore juga kurang mendukung,” kata Andi.

Ia menambahkan bahwa pencarian juga dilakukan melalui informasi dari nelayan setempat, namun belum ada laporan yang mengarah pada keberadaan kapal.

“Kita juga sudah menginformasikan kepada nelayan kalau ada melihat atau seperti apa, tapi sampai saat ini tidak ada jawaban. Tidak pernah ketemu kapal tersebut,” tukasnya.

Kapal ambulans tersebut merupakan armada baru yang disiapkan untuk pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Di atas kapal terdapat tiga orang, yaitu M. Tahir (65), Najamuddin (55), dan Hasri (60), seluruhnya warga Pulau Tinggalungan.

Anak dari salah satu awak kapal, Edi Tahir (30), menyampaikan bahwa kapal berangkat dalam kondisi normal dan seharusnya tiba di Pulau Dewakkang sekitar delapan jam kemudian.

"Itu di tanggal 13, hari Senin jam tujuh pagi berangkat di Pulau Tinggalungan ke Pulau Dewakkang,” kata Edi pada Rabu, 15 Oktober 2025 malam.

Ia menjelaskan bahwa jarak antara kedua pulau tersebut sekitar 110 mil laut, dengan waktu tempuh normal sekitar delapan jam jika kapal melaju dengan kecepatan rata-rata 10 knot.

“Jalur dari Pulau Tinggalungan ke Pulau Dewakkang jaraknya sekitar 110 mil. Jadi seharusnya kapal sudah tiba di sana jam tiga sore,” jelasnya.

Namun hingga malam hari, keluarga tidak menerima kabar dari para penumpang.

“Jam tujuh pagi berangkat, harusnya jam tiga sore sudah sampai. Tapi sampai malam, tidak ada kabar sama sekali,” ungkapnya.

Edi menyebut kapal tersebut baru selesai diproduksi dan rencananya akan ditempatkan di Kecamatan Liukang Kalmas, Desa Dewakkang.

“Itu kapal baru milik pemerintah Kabupaten Pangkep, di-standby-kan di Kecamatan Liukang Kalmas,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa ketiga penumpang bukan teknisi kapal profesional, namun terbiasa mengoperasikan kapal tradisional.

“Bukan teknisi, tapi mereka cukup paham soal mesin kapal,” timpalnya.

Menurut Edi, kapal terakhir kali diketahui meninggalkan Pulau Tinggalungan dalam kondisi baik sebelum akhirnya hilang kontak di tengah laut.

“Hari Senin itu mulai tidak ada kabar, los kontak begitu,” imbuhnya.

Pihak keluarga sempat melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melapor ke pihak berwenang pada Selasa, 14 Oktober 2025 sekitar pukul 17.00 WITA.

“Di hari Selasa baru saya laporkan, sekitar jam lima sore, setelah yakin kapal tidak sampai juga,” Edi menuturkan.

Ia menambahkan bahwa komunikasi terakhir dengan para awak kapal terjadi sebelum keberangkatan karena jaringan telekomunikasi di wilayah laut sangat terbatas.

“Iya, sempat komunikasi sebelum berangkat. Tapi kalau sudah di laut, tidak ada jaringan,” tandasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved