
Repelita Banten - Kader PKB Soroti Keputusan Pemprov Menonaktifkan Kepala SMAN 1 Cimarga Setelah Insiden Penamparan Siswa
Umar Hasibuan menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Banten yang menonaktifkan Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Pitria, pasca insiden penamparan siswa karena kedapatan merokok di area sekolah.
Gubernur Andra Soni memastikan Sekretaris Daerah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten telah diperintahkan untuk memproses penonaktifan tersebut.
Keputusan ini mendapat perhatian luas dari publik, termasuk tanggapan dari Umar Hasibuan melalui akun media sosial X pribadinya, yang menyampaikan peringatan keras terkait siswa merokok di lingkungan sekolah.
“Buat seluruh siswa se Banten. Silahkan merokok krn wagub kalian mendukung sepenuhnya klu siswa merokok cukup dinasehati,” tulisnya dikutip Rabu (15/10/2025).
Umar menilai keputusan penonaktifan Kepala SMAN 1 Cimarga keliru dan menantang Gubernur maupun Wakil Gubernur untuk menghadapi situasi serupa secara langsung.
“Coba situ hadapi lgsg siswa yg tiap hari merokok,” lanjutnya.
Ia menambahkan sindiran terhadap pernyataan Wakil Gubernur Banten terkait polemik ini dengan menyebut, “Bacot lu gak patut diteladani wagub Banten.🥵😡”.
Insiden penamparan berawal pada Jumat, 10 Oktober 2025, saat Kepala Sekolah Dini Pitria menemukan siswa kelas 12, berinisial ILP, sedang merokok di area sekolah.
Saat ditegur, siswa membuang rokok dan tidak mengakui perbuatannya, yang memicu cekcok hingga kepala sekolah menampar pipi ILP.
Sebagai buntut dari kejadian itu, pada Senin, 13 Oktober 2025, sejumlah siswa SMAN 1 Cimarga melakukan aksi mogok sekolah menuntut Kepala Sekolah diganti.
ILP dan orang tuanya kemudian melaporkan Dini Pitria ke pihak kepolisian. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

