
Repelita Yogyakarta - Sebuah video yang menampilkan momen mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat 17 Oktober 2025, mendadak viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Jokowi terlihat kebingungan ketika diminta memperagakan salam khas UGM di hadapan para tamu undangan dan civitas akademika.
Ketika seluruh peserta upacara menempelkan tangan kanan di dada kiri sebagai simbol salam Gadjah Mada, Jokowi tampak celingak-celinguk dan menoleh ke kanan serta ke kiri untuk mencari petunjuk.
Beberapa detik kemudian, barulah ia menggerakkan tangannya mengikuti gerakan orang di sekitarnya, namun terlihat terlambat dan kikuk.
Momen tersebut terekam jelas di kamera dan langsung ramai diperbincangkan warganet yang mempertanyakan keakraban Jokowi terhadap simbol almamater yang disebutnya sendiri sebagai kampus asalnya.
Akun X @CakKhum pada Sabtu 18 Oktober 2025 menulis, Jokowi tidak tahu isyarat salam UGM, tolah-toleh nyontek sebelahnya dulu.
Unggahan serupa datang dari akun @Srik4ndiMuslim2 yang menulis, Salam UGM palsu diperkenalkan oleh Jokowi alumnus UGM palsu. Orang-orang salam UGM, dia malah salam sekenanya.
Akun lain, @butahukum, juga menanggapi dengan sindiran, Rektor UGM ngotot Jokowi alumni UGM, tapi kok salam UGM aja bingung, piye?
Komentar senada diungkapkan oleh akun @ArtaN7707 yang menulis, Katanya Jokowi alumnus UGM. Kok gak fasih salam UGM?
Video tersebut terus menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan mengenai keaslian status Jokowi sebagai alumni UGM.
Sebagian netizen menganggap momen itu hanya keliru spontan dan tidak perlu dibesar-besarkan, sementara lainnya menilai ketidaktahuan itu menimbulkan tanda tanya soal citra kealumnian yang selama ini disandang Jokowi.
Pihak UGM sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait video viral tersebut.
Hingga Sabtu malam, topik mengenai salam UGM masih menjadi salah satu pembahasan paling ramai di linimasa X, menandakan tingginya perhatian publik terhadap setiap gestur mantan kepala negara itu di hadapan almamaternya.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana hal kecil di ruang publik dapat dengan cepat menjadi bahan perbincangan besar di era media sosial.
Perdebatan pun terus berlanjut antara warganet yang menganggap peristiwa itu lucu dan mereka yang melihatnya sebagai cermin dari persoalan citra publik seorang tokoh. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

