Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Hashim Djojohadikusumo Ungkap Penolakan Tawaran Suap hingga Rp25 Triliun untuk Dirinya dan Presiden Prabowo

 Cerita Hashim, Ada yang Telepon Prabowo Mau Sogok Rp25 Triliun

Repelita Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkap fakta mengejutkan terkait tawaran suap yang diterima dirinya dan Presiden Prabowo Subianto.

Hashim menyebutkan bahwa dirinya pernah ditawari suap senilai 1,5 miliar dolar AS sementara Presiden Prabowo ditawari 1 miliar dolar AS.

Keduanya menolak tawaran tersebut sebagai wujud komitmen dalam pemberantasan korupsi dan menjaga integritas negara.

Hashim menceritakan peristiwa itu dalam acara Doa Bersama Forum Masyarakat Indonesia Emas di Jakarta pada Sabtu 18 Oktober 2025.

Ia menuturkan bahwa beberapa pihak mencoba menyogok dirinya dan Presiden Prabowo dengan nilai miliaran dolar namun tawaran tersebut ditolak.

Saya ditelepon Pak Prabowo beberapa bulan lalu. Saya mau disogok orang, kata Prabowo. Berapa? USD1 miliar. Orang nekat, Presiden mau disogok USD1 miliar ujar Hashim.

Hashim menambahkan bahwa dirinya juga menerima tawaran suap sebesar 1,5 miliar dolar AS atau sekitar 25 triliun rupiah meski ia bukan pejabat.

Menurut Hashim, kejadian itu terjadi di tengah gencarnya pemberantasan korupsi yang dilakukan Presiden Prabowo.

Ia menyebutkan ada 3,7 juta hektare hutan lindung yang sebelumnya digunakan secara ilegal oleh perusahaan sawit.

Presiden Prabowo telah mengambil tindakan dengan mengembalikan hutan lindung tersebut menjadi milik pemerintah, langkah yang dinilai akan menambah pendapatan negara.

Ternyata dilaporkan 3,7 juta hektare hutan lindung dirampas, dicuri oleh pengusaha nakal, dan ditanami kebun sawit. Semua ilegal, tidak bayar PBB, royalti, negara dapat nol ujarnya.

Hashim menjelaskan berdasarkan laporan dari Kejaksaan Agung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, aktivitas ilegal ini sudah berlangsung puluhan tahun namun baru ditindak belakangan ini.

Prabowo kaget, disuruh dikaji lagi oleh Kejagung dan BPKP. Kalau benar melakukan pelanggaran, harus ditindak. Sekarang 3,7 juta hektare sudah dikuasai kembali oleh negara tambah Hashim. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved