Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

DPR Minta Polisi Usut Dugaan TPPO di Balik Kematian Terapis Muda RTA di Pejaten

Repelita Jakarta - Kasus kematian terapis muda Delta Spa berinisial RTA (14) di lahan kosong kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjadi perhatian serius DPR RI.

Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, meminta aparat kepolisian tidak hanya fokus pada penyelidikan penyebab kematian.

Ia menilai bahwa kasus ini menyimpan banyak kejanggalan yang perlu diusut lebih dalam.

“Bisa jadi ada orang-orang lain yang sama dengan yang meninggal ini,” ujar RL, akronim namanya, dikutip pada Rabu 15 Oktober 2025.

Rudianto menekankan pentingnya penelusuran terhadap potensi tindak pidana lain seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), eksploitasi anak, dan pemalsuan identitas.

“Karena itu perlu pemeriksaan mendalam juga, tempat dia bekerja, pelaku usaha yang sama di tempat lain, untuk memastikan lagi tidak ada korban misalnya TPPO tadi,” sebutnya.

Politikus NasDem itu menduga bahwa kematian RTA bukanlah kasus tunggal.

Ia mencurigai adanya jaringan sistematis yang melibatkan pihak tertentu dalam praktik perdagangan dan eksploitasi anak di bawah umur.

“Itu juga harus didorong untuk dibuka. Karena bisa jadi terjadi faktor tersebut di tempat lain,” tambahnya.

Rudianto menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban hukum.

Ia mendesak kepolisian segera mengungkap motif di balik kematian remaja tersebut dan memastikan keadilan ditegakkan.

“Kita tidak mau ada nyawa yang hilang lalu pelakunya susah diungkap, seperti kasus misalkan diplomat yang sampai hari ini tidak ditemukan,” tegasnya.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan, Citra Ayu, mengungkapkan sejumlah perkembangan hasil penyelidikan.

Menurutnya, polisi telah mengamankan KTP dan Kartu Keluarga yang digunakan korban saat mendaftar kerja, namun data di dalamnya berbeda dengan identitas asli RTA.

“Sejauh ini untuk KTP yang digunakan pada saat mendaftar sudah kita amankan, sudah kita simpan sebagai salah satu barang bukti,” kata Citra.

Polisi juga telah mengirimkan organ tubuh korban untuk pemeriksaan toksikologi guna memastikan ada atau tidaknya kandungan racun yang menyebabkan kematian.

“Kalau sampel-sampel yang dikirimkan organ itu merupakan salah satu SOP, ya,” terangnya.

“Intinya dari dokter juga perlu mengetahui apakah ada kandungan racun kah ataupun mungkin kandungan-kandungan lainnya yang mungkin menjadi penyebab korban meninggal dunia,” sambung dia.

Penyidik juga menelusuri proses rekrutmen korban yang diduga dilakukan melalui media sosial TikTok.

“Nanti kita akan lebih dalami juga cara prosesnya seperti apa, rekrutmennya seperti apa, apakah terlibat agen juga,” kata Citra.

Ia sekaligus meluruskan isu liar yang sempat beredar mengenai kehamilan korban.

“Korban ini tidak hamil dan tidak pernah hamil,” tegasnya.

Untuk memperdalam penyelidikan, pihak kepolisian menjadwalkan pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah saksi, termasuk kakak korban yang juga menjadi pelapor.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved