
Repelita Yogyakarta - Pakar Telematika Roy Suryo menyoroti kejanggalan pelaksanaan Dies Natalis Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yang digelar Jumat, 17 Oktober 2025, yang dihadiri mantan Presiden Jokowi.
Roy menilai waktu pelaksanaan acara tersebut tidak sesuai tradisi yang berlaku di fakultas dan sarat kejanggalan.
Ia menegaskan peringatan Dies Natalis Fakultas Kehutanan seharusnya digelar pada tanggal 17 Agustus setiap tahun sesuai SK Menteri PTIP No. 99 Tahun 1963, sebagai hari lahir resmi fakultas.
Sejak berdiri pada 17 Agustus 1963, Dies Natalis selalu digelar antara 18 hingga 24 Agustus, bukan di bulan Oktober seperti sekarang.
Roy menyebut skenario yang dipertontonkan dalam acara tersebut sangat lucu dan menyerupai pertunjukan lawak, bahkan melebihi dagelan legendaris kelas Srimulat.
Ia menambahkan masyarakat kini lebih kritis sehingga tidak mudah terperdaya oleh acara yang dianggap sarat rekayasa.
Roy juga menyoroti pernyataan mantan Presiden Jokowi yang mengaku kuliah di Jurusan Teknologi Kayu di Fakultas Kehutanan UGM, yang menurut catatan resmi fakultas tidak pernah ada.
Selain itu, Roy menyinggung perubahan definisi alumni di lingkungan UGM dan KAGAMA sejak 2014, di mana alumni kini tidak harus lulus, cukup pernah terdaftar sebagai mahasiswa.
Ia menekankan bahwa perubahan tersebut menunjukkan adanya relasi kuasa yang terjadi pada masa itu saat Joko Widodo menjabat Presiden.
Roy mengingatkan pentingnya mematuhi tradisi Dies Natalis agar peringatan fakultas tetap sahih dan sesuai sejarah. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

