Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

BEM SI Soroti Kondisi Demokrasi dan Program Pemerintah yang Dinilai Kacau dalam Aksi Evaluasi Satu Tahun Pemerintahan

 BEM SI: Banyak Program Pemerintah yang Ditulis Bagus, Tapi dalam Realisasinya Kacau

Repelita Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyampaikan kritik terhadap kondisi sosial dan demokrasi yang dinilai semakin memburuk di bawah pemerintahan saat ini.

Dalam aksi yang digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin, 20 Oktober 2025, Koordinator Forum Perempuan BEM SI, Intan Cahaya Ramadhani, menyuarakan keresahan atas situasi bangsa yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat kecil.

Salah satu banner yang dibawa peserta aksi bertuliskan INDONESIA GAWAT DARURAT, sebagai simbol peringatan atas kondisi sosial yang dinilai tidak stabil dan penuh tekanan.

Intan, mahasiswi Universitas Andalas angkatan 2021, menyebut bahwa banyak kebijakan pemerintah justru mencekik masyarakat menengah ke bawah dan tidak memberikan perlindungan yang adil.

Demokrasi Indonesia pun tidak baik-baik saja, karena masih ada mahasiswa yang tidak jelas keselamatannya setelah aksi, dan masih banyak yang dikriminalisasi karena mengkritik pemerintahan, ujar Intan.

Ia juga menyoroti sejumlah program pemerintah yang dinilai hanya baik dalam perencanaan, namun buruk dalam pelaksanaan di lapangan.

Banyak program yang ditulis bagus, tapi dalam realisasinya kacau. Indonesia sebenarnya belum siap, tapi dipaksakan. Banyak pejabat justru mengambil keuntungan pribadi, sehingga realisasi program tidak optimal, kata dia.

Salah satu program yang dikritisi adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang semestinya bertujuan menanggulangi gizi buruk anak-anak, namun disebut berpotensi menjadi bumerang.

Tujuan program MBG ini kan menyelesaikan permasalahan gizi rendah anak-anak Indonesia, tapi malah jadi seperti membunuh dan meracuni anak-anak. Banyak program pemerintah yang tidak menyentuh akar masalah yang sebenarnya dibutuhkan rakyat, tegasnya.

Di lokasi aksi, terlihat sejumlah coretan di dinding yang mencerminkan kekecewaan terhadap aparat dan pemerintah, termasuk tulisan yang menyebut AFFAN DIBUNUH POLISI.

Tulisan lain yang muncul di sekitar lokasi aksi antara lain #1312 POLISI ANJIN*, PRABOWO PEMBUNUH, dan POLISI YANG BAIK ADALAH POLISI YANG MATI.

Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan evaluasi satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang digelar serentak oleh berbagai aliansi mahasiswa di sejumlah daerah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved