
Repelita Jakarta - Mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi, menyampaikan kritik tajam terhadap proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Jakarta–Bandung atau Woosh, khususnya terkait pembiayaan dan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya.
Melalui akun media sosial X miliknya pada Senin, 20 Oktober 2025, Adhie menyoroti persoalan utang proyek kereta cepat yang menurutnya menjadi akar dari berbagai polemik, terutama karena adanya penolakan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menutup pembiayaan proyek tersebut.
Dalam cuitannya, Adhie menyebut bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seharusnya memiliki data lengkap terkait dugaan skandal mark-up dalam proyek kereta cepat tersebut.
KPK BOHONG kalau gak punya data skandal Mark-up gila2an Kereta Cepat Jkt-Bdg, tulis Adhie dalam unggahannya.
Ia menambahkan bahwa KPK saat ini memiliki perangkat investigasi yang sangat mumpuni untuk mengungkap berbagai dugaan penyimpangan dalam proyek strategis nasional tersebut.
@KPK_RI punya tim investigasi canggih, lanjutnya.
Namun, ia menyindir bahwa KPK tidak akan bergerak karena proyek tersebut berkaitan langsung dengan Presiden Joko Widodo.
Cuma ini kan nyangkut JokoWidodo MAJIKAN para Komisionernya, sebut Adhie dalam cuitan berikutnya.
Tak hanya menyoroti aspek keuangan, Adhie juga menyampaikan sindiran terkait efektivitas waktu tempuh kereta cepat yang diklaim hanya 30 menit dari Jakarta ke Bandung.
Ia membandingkan kecepatan kereta cepat dengan perjalanan dari Halim ke Kuningan yang menurutnya justru lebih lama.
☆ Logikanya Jakarta-Bandung sj ditempuh 30 menit, tulisnya.
Mosok ini dri Halim ke Kuningan gak nyampe2. Why?!, tambahnya.
Pernyataan Adhie tersebut menambah deretan kritik publik terhadap proyek KCIC yang sejak awal menuai kontroversi, baik dari sisi pembiayaan, dampak lingkungan, hingga efektivitas manfaatnya bagi masyarakat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

