Repelita Jakarta - Presiden Joko Widodo menyampaikan harapannya agar putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, dapat menjabat sebagai Wakil Presiden selama dua periode.
Pernyataan tersebut menuai sorotan karena Gibran baru menjabat kurang dari setahun.
Merespon hal ini, eks Ketua BEM Universitas Padjajaran sekaligus konten kreator, Virdian Aurelio, memberikan tanggapan melalui akun Instagram pribadinya.
Virdian mengunggah konten yang mengikuti saran Gibran untuk lebih sering memanfaatkan teknologi AI dalam menyikapi isu-isu politik.
“Saya ingin membuka dengan mengikuti anjuran mas Wapres yang bilang coba sering-sering menggunakan AI,” tulisnya pada postingan yang diunggah pada 27 September 2025.
Berdasarkan saran tersebut, Virdian menggunakan Chat GPT untuk menanyakan soal etika pernyataan Gibran bisa menjabat dua periode.
“Etis atau tidak kalau mantan Presiden sudah bicara dua periode untuk anaknya di tengah baru setahun sudah menjabat dan masih banyak masalah bangsa?,” tulis Virdian dalam unggahannya.
Chat GPT kemudian memberikan tanggapan yang mengandung sindiran keras terhadap pernyataan Jokowi tersebut.
“Kata Chat GPT sebagai mantan Presiden sekaligus ayah dari Wakil Presiden yang baru menjabat satu tahun dukungan tersebut menimbulkan kesan kuat konflik kepentingan dan upaya melanggengkan dinasti politik,” tulis Virdian menyalin jawaban AI.
“Alih-alih menunjukkan sikap negarawan yang menjaga jarak demi memberi ruang evaluasi kinerja anaknya,” imbuhnya.
Selain itu, Gibran saat ini juga tengah menghadapi persoalan hukum terkait ijazahnya.
Pernyataan Jokowi yang mendukung anaknya kembali berpasangan dengan Prabowo pada Pemilu 2029 dinilai sejumlah pihak sebagai langkah yang blunder.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

