Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan tajam dari pengamat politik Muslim Arbi yang menilai langkah pemerintahannya kurang tegas dalam menangani dugaan keterlibatan Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, di pusaran kasus perjudian online.
Muslim menilai keberadaan Budi Arie di posisi Ketua Satgas Pemberantasan Judi Online justru menjadi ironi karena namanya disebut dalam persidangan sebagai pihak yang menerima aliran dana dari operator situs ilegal.
Dalam pernyataannya pada Rabu, 30 Juli, Muslim menegaskan bahwa jika Prabowo benar-benar ingin memerangi praktik judi online, maka seharusnya Budi Arie sudah dinonaktifkan dari jabatannya untuk menjamin integritas pemerintahan.
Ia menekankan bahwa posisi Budi Arie yang berperan langsung dalam pemberantasan judi online berpotensi memicu konflik kepentingan yang bisa mencederai kepercayaan publik.
Bagi Muslim, ketidaktegasan tersebut mencerminkan lemahnya komitmen Prabowo dalam menegakkan moralitas pemerintahan dan bisa menjadi bumerang politik yang sewaktu-waktu meledak.
Muslim juga menyebut bahwa membiarkan Budi Arie tetap menjabat justru membuka ruang spekulasi bahwa pemberantasan judi online hanya sebatas slogan politik yang kehilangan pijakan nyata.
Ia menilai dilema Prabowo makin rumit karena Budi Arie dikenal sebagai tokoh relawan Jokowi, sehingga keputusan mencopotnya bisa memengaruhi stabilitas koalisi pemerintahan di awal masa jabatan.
Meski demikian, Muslim meyakini bahwa risiko politik tetap lebih kecil dibandingkan kerugian citra jika publik melihat Presiden kompromi terhadap dugaan penyimpangan di lingkaran terdekatnya.
Desakan untuk menonaktifkan Budi Arie pun tidak hanya datang dari pengamat, tetapi juga organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga tokoh agama yang mendorong agar proses penyelidikan dapat berjalan tanpa intervensi politik.
Muslim memandang kasus ini sebagai ujian awal kepemimpinan Prabowo dalam menegaskan arah pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan berani menindak siapa pun yang terlibat praktik tercela.
Menurutnya, jika tidak ada keputusan tegas, rakyat bisa meragukan keseriusan Prabowo dalam menepati janji kampanye pemberantasan judi online yang sejak awal digadang-gadang sebagai salah satu prioritas kerja.
Ia pun mengingatkan bahwa rakyat kini menunggu tindakan nyata, bukan sekadar retorika yang hanya berhenti pada pidato dan pernyataan pers.
Dalam penutup pesannya, Muslim menegaskan bahwa masa depan Satgas Pemberantasan Judi Online juga dipertaruhkan jika pimpinannya justru menjadi bagian dari dugaan masalah yang seharusnya diberantas.
Baginya, keputusan Prabowo di titik ini akan menentukan apakah isu judi online menjadi momentum ketegasan atau justru membuka babak kemerosotan kepercayaan publik pada awal pemerintahannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

