Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Desakan Tunjukkan Ijazah, Demokrat Disorot, Relawan Jokowi: Ini Politisasi dan Upaya Adu Domba

 

Repelita Jakarta - Isu terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali diangkat ke ruang publik dan memicu sorotan, terutama setelah politikus Partai Demokrat, Yan Harahap, menuntut agar Jokowi menunjukkan ijazah aslinya secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat.

Desakan tersebut disampaikan Yan melalui akun media sosial pribadinya dan langsung mendapat reaksi keras dari kalangan relawan pendukung Jokowi yang menilai langkah itu sarat kepentingan politik terselubung.

Koordinator Nasional Laskar Cinta Jokowi (LCJ), Suhandono Baskoro, menegaskan bahwa tudingan ijazah palsu telah berulang kali dipatahkan oleh klarifikasi resmi pihak kampus, sehingga permintaan Yan Harahap dinilai sebagai bentuk politisasi yang sengaja dihembuskan untuk menggiring opini negatif.

Suhandono menjelaskan bahwa publik seharusnya jeli membedakan antara kritik yang membangun dengan kampanye hitam yang dibungkus narasi hukum dan moralitas untuk mendiskreditkan tokoh politik.

Ia menekankan, serangan semacam ini hanya menunjukkan bahwa pengaruh politik Jokowi masih dirasakan kuat, bahkan setelah tidak lagi memegang jabatan presiden.

Menurut Suhandono, manuver Demokrat melalui Yan Harahap patut dilihat dalam konteks peta politik pasca-Pemilu 2024, di mana partai tersebut dinilai sedang berusaha mempertahankan posisi sekaligus menguji konsolidasi di tubuh Koalisi Indonesia Maju.

Ia menduga, langkah Demokrat memanaskan kembali isu ijazah Jokowi juga dapat dibaca sebagai sinyal ketegangan yang belum sepenuhnya reda di internal koalisi pengusung pemerintahan Prabowo Subianto.

Bagi Suhandono, mengungkit kembali isu lama di tengah masa transisi kekuasaan hanya akan memperpanjang polarisasi politik yang seharusnya sudah berakhir.

Ia mengajak semua pihak untuk menutup lembaran lama yang penuh perpecahan dan mulai memprioritaskan rekonsiliasi serta kerja sama lintas kelompok demi stabilitas nasional.

LCJ menyerukan masyarakat agar tidak mudah terhasut provokasi yang sengaja dilempar untuk memecah belah persatuan dan mengingatkan pentingnya menjaga soliditas jelang peralihan kekuasaan.

Suhandono berharap, masa depan bangsa tidak terus terjebak pada isu politik usang yang hanya memuaskan segelintir pihak dengan kepentingan sesaat.

Baginya, langkah terbaik saat ini adalah mendukung proses transisi pemerintahan agar berjalan damai, tertib, dan tetap menjunjung tinggi persatuan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved