Repelita Jakarta - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, turut memberikan penjelasan mengenai kondisi kesehatan yang pernah dialami Arya Daru Pangayunan, Diplomat Ahli Muda di Kementerian Luar Negeri yang ditemukan meninggal.
Melalui unggahan di akun X miliknya pada Kamis 31 Juli 2025, Ari Fahrial Syam mengungkapkan fakta bahwa Arya Daru sempat menderita dua penyakit yang tidak bisa dianggap ringan.
Ia menegaskan bahwa salah satu penyakit yang diderita Arya Daru adalah gangguan asam lambung atau GERD, yang sering disepelekan banyak orang padahal dapat memicu gangguan kesehatan lain bila tidak ditangani dengan baik.
Menurutnya, penyakit ini berbahaya karena dapat memengaruhi organ lain apabila muncul bersamaan dengan kondisi bawaan atau pola hidup yang tidak terjaga.
Ari Fahrial menambahkan bahwa pola makan yang tidak teratur, stres berlebih, serta tekanan pekerjaan bisa memperburuk kondisi penderita asam lambung, sehingga pengobatan dan pengendalian stres menjadi sangat penting.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya telah menyampaikan hasil investigasi yang menyebutkan kematian Arya Daru diduga kuat karena bunuh diri, disebabkan gangguan pertukaran oksigen di saluran pernapasan atas tanpa ada indikasi tindak pidana dari pihak lain.
Hasil forensik juga memperlihatkan bahwa hanya ditemukan sidik jari milik Arya pada lakban di lokasi, serta tidak ditemukan DNA orang lain maupun zat mencurigakan yang mengarah pada unsur kekerasan.
Dari pemeriksaan digital, terungkap bahwa Arya sempat beberapa kali mengungkapkan keinginan bunuh diri sejak 2013 melalui korespondensi dengan lembaga pendamping emosional dan jejak pencarian daring pada Oktober 2021 yang memiliki pola serupa.
Sejumlah pakar psikologi forensik menduga beban kerja tinggi sebagai diplomat perlindungan WNI di luar negeri bisa memicu tekanan mental serius yang berkontribusi pada keputusan tragis tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

