
Repelita Jakarta - Isu afiliasi sejumlah perusahaan lokal dengan pihak asing kembali menjadi perhatian publik.
Garudafood, yang dikenal luas lewat produk Kacang Garuda, Gery, Chocolatos, hingga Okky Jelly Drink, kini turut disorot terkait dugaan keterkaitan dengan entitas pro Israel.
Informasi ini ramai diperbincangkan menyusul seruan boikot terhadap produk yang diduga mendukung Israel di tengah konflik Palestina yang terus bergulir.
Aktivis pro Palestina, Aresdi Mahdi, menyebut bahwa Garudafood diduga memiliki afiliasi melalui kepemilikan saham oleh perusahaan luar negeri yang terkait dengan Israel.
Ia menyebutkan bahwa saham Garudafood sebagian dimiliki oleh Hormel Foods Corporation dan MP Evans Group PLC.
Kedua entitas tersebut diduga berinvestasi juga pada perusahaan yang memiliki kaitan dengan Israel.
Aresdi menilai bahwa keuntungan dari Garudafood dapat ikut mengalir ke perusahaan-perusahaan tersebut, meskipun tidak ada pernyataan resmi yang menguatkan tudingan itu secara hukum.
Meski demikian, sejumlah pihak lain menekankan bahwa kepemilikan saham tidak otomatis berarti dukungan terhadap suatu negara atau kebijakan tertentu.
Afiliasi investor tidak selalu merepresentasikan sikap atau arah politik perusahaan di Indonesia.
Garudafood sendiri merupakan perusahaan asli Indonesia yang telah berdiri sejak 1979 dan berbasis di Pati, Jawa Tengah.
Seiring berkembangnya polemik, publik juga menyoroti beberapa brand lokal lainnya yang diduga memiliki afiliasi serupa.
Selain Garudafood, nama-nama besar seperti Indofood, Mayora, Kalbe, Kopi Kenangan, Gudang Garam, dan Sidomuncul turut dikaitkan dalam daftar perusahaan yang dinilai memiliki keterkaitan dengan pemodal dari perusahaan berafiliasi dengan Israel.
Daftar tersebut memicu respons beragam dari masyarakat, mulai dari dukungan terhadap boikot hingga ajakan klarifikasi terbuka dari pihak perusahaan.
Berbagai investor asing yang disebut dalam daftar termasuk The Vanguard Group Inc, Norges Bank, Morgan Stanley, dan lainnya.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Garudafood maupun perusahaan lain yang disebutkan mengenai tudingan keterkaitan mereka dengan Israel.
Isu ini terus berkembang di tengah meningkatnya sensitivitas publik terhadap sikap perusahaan dalam isu kemanusiaan global, terutama konflik Palestina.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait untuk menghindari kesimpulan yang prematur. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

