Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Penjual Nasi Uduk Meninggal Usai Antre LPG Berjam-jam, Netizen: Semoga Dosanya Ditanggung Bahlil

Repelita, Jakarta - Langkanya pasokan gas LPG ukuran 3 kilogram menyebabkan kekacauan di berbagai daerah. Salah satu insiden tragis terjadi di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, di mana seorang penjual nasi uduk meninggal dunia setelah berjam-jam antre untuk mendapatkan tabung gas melon.

Peristiwa ini menarik perhatian publik, khususnya di media sosial, di mana netizen mengungkapkan kekesalan terhadap kebijakan pembatasan penjualan LPG 3 kg. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjadi sasaran kritik tajam setelah kebijakan melarang pengecer menjual gas melon kepada konsumen kecil. Video yang memperlihatkan kekesalan warga terhadap Bahlil Lahadalia menjadi viral, dengan banyaknya komentar yang menyayangkan kebijakan tersebut.

Seorang pegiat media sosial, @Heraloebss, membagikan video yang menggambarkan momen meninggalnya penjual nasi uduk tersebut. Dalam video tersebut, diceritakan bahwa korban, seorang wanita bernama Yonih Binti Saman, berusia 68 tahun, sempat mengantre berjam-jam untuk membeli gas. Setelah memperoleh dua tabung gas melon, korban dilaporkan terjatuh dan meninggal dunia karena kelelahan.

"Doa kami dari pengguna Tabung Gas LPG Berbagai Ukuran: Semoga Amal Ibadahnya diterima Oleh Tuhan YME & dosanya ditanggung oleh Bahlil, Amiin 🤲," tulis @Heraloebss dalam unggahannya.

Sementara itu, kerabat korban, Dedi, menjelaskan bahwa Yonih sebelumnya mengelilingi wilayah sekitar untuk mencari gas subsidi. Ia menenteng dua tabung gas kosong saat ikut antre di pangkalan yang terletak kurang lebih 300 meter dari tempat tinggalnya. Setelah beberapa waktu mengantre, korban akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 12 siang.

Peristiwa ini memunculkan polemik terkait kebijakan pembatasan distribusi LPG 3 kg yang dinilai menyulitkan masyarakat kecil. Bahlil Lahadalia, yang sempat menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial, mendapat sorotan tajam dari netizen yang menganggap kebijakannya tidak memperhatikan kondisi masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved