
Repelita Jakarta - Kecelakaan maut terjadi di Gerbang Tol Ciawi, Bogor, Selasa malam sekitar pukul 23.30 WIB. Sebuah truk pengangkut galon Aqua diduga mengalami rem blong dan menabrak enam kendaraan yang sedang antre di pintu tol, mengakibatkan delapan orang tewas dan sebelas lainnya luka-luka.
Ketua Komisi V DPR, Lasarus, mengatakan bahwa pihaknya berencana memanggil Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memberikan penjelasan terkait insiden yang memakan korban jiwa ini. Menurutnya, pemanggilan tersebut akan dilakukan dalam rapat kerja yang dijadwalkan pada Kamis mendatang.
“Kemenhub harus menjelaskan langsung permasalahan kecelakaan ini, terutama soal kelaikan kendaraan yang seharusnya diperiksa secara ketat,” kata Lasarus.
Ia menyoroti beberapa persoalan yang diduga menjadi penyebab kecelakaan, termasuk tidak berfungsinya jembatan timbang yang membuat pengecekan rem kendaraan besar seperti truk menjadi terabaikan. Lasarus juga menyinggung masih maraknya pelanggaran aturan terkait truk over dimension over load (ODOL).
“Ini salah satunya akibat tidak berfungsinya jembatan timbang. Selain itu, ada juga pelanggaran terkait ODOL yang harus ditindak tegas,” ujarnya.
Permasalahan pengecekan rem kendaraan yang kurang mendapat perhatian dari perusahaan juga disorot. Lasarus menilai hal ini sebagai faktor penting yang mempengaruhi keamanan transportasi jalan raya.
Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, mengonfirmasi bahwa truk pengangkut galon Aqua yang terlibat dalam kecelakaan tersebut merupakan armada milik mitra salah satu distributor mereka.
“Dari informasi awal yang kami terima, kecelakaan lalu lintas ini melibatkan beberapa kendaraan, salah satu di antaranya merupakan milik perusahaan transporter mitra dari salah satu distributor kami,” ujar Arif dalam keterangannya.
Danone Indonesia menyatakan akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mendalami penyebab kecelakaan dan memastikan langkah penanganan yang sesuai.
Tragedi ini menjadi perhatian serius masyarakat dan pemerintah, yang menuntut agar keamanan distribusi logistik besar seperti truk pengangkut barang diawasi lebih ketat untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

