
Jakarta, 6 Desember 2024 - Seniman senior Yati Pesek kembali menjadi sorotan warganet setelah video lawasnya dihina oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.
Dalam video yang beredar di media sosial, Gus Miftah terlihat mengucapkan candaan yang dianggap menghina Yati Pesek. Ia menyebut bersyukur karena wajah Yati Pesek yang kurang menarik, sehingga menjadi sinden. Jika cantik, ia menyebut Yati mungkin menjadi wanita malam.
Pernyataan ini diucapkan saat Gus Miftah mengajak Yati naik panggung dengan sebutan "bajingan," merujuk pada judul lagu yang dinyanyikan saat itu, Bajingloncat. Yati, meski tampak berusaha menahan rasa tersinggung, mengingatkan bahwa meski lebih muda, Gus Miftah tetap adalah gurunya.
Namun, candaan tersebut terus berlanjut. Gus Miftah kembali mengatakan jika dirinya berpasangan dengan Yati, ia khawatir meninggal lebih cepat karena keracunan "susu kedaluwarsa." Pernyataan itu membuat Yati syok, namun ia tetap berusaha menjaga suasana dengan hanya menghela napas.
"Kok sekarang omongannya jadi begitu. Untung Gus kamu sekarang di sini bukan sedang jadi ustaz atau kiai," ucap Yati, berusaha menenangkan suasana.
Perjalanan Karier Yati Pesek
Yati Pesek, perempuan kelahiran Yogyakarta pada 8 Agustus 1952, telah meniti karier di dunia seni sejak 1964. Anak dari pasangan Sujito dan Sujilah ini mewarisi darah seni dari orang tuanya, yang aktif sebagai pengrawit dan penari di pagelaran wayang orang.
Bakat seni Yati diasah sejak kecil oleh ibunya dan guru tari terkenal seperti RM Joko Daulat dan Basuki Koeswaraga. Pada usia tujuh tahun, ia mulai tampil dalam pembuka pertunjukan wayang orang, yang menjadi awal karier profesionalnya.
Yati kemudian bergabung dengan Wayang Orang Jati Mulya dan merantau ke Yogyakarta untuk bergabung dengan kelompok Ketoprak Mudha Rahayu. Performa panggungnya menarik perhatian maestro Ki Manteb Sudarsono, yang kemudian menggandengnya dalam berbagai pertunjukan.
Selain tampil di panggung, Yati Pesek juga membintangi sejumlah film, termasuk Serangan Fajar (1982), Langitku Rumahku (1990), Yowis Ben 3, dan karya terbaru pada 2024, Mendong Tanpo Udan serta Seni Memahami Kekasih. Hingga kini, ia tetap aktif di dunia hiburan dan seni pertunjukan.(*)
Editor: Elok WA R-ID

