Berita, Nasional

Wapres Gibran Minta Maaf dan Evaluasi Total Program Makan Gratis Usai Kasus Keracunan Murid di Batang

Repelita.net

28 September 2026 19:34 WIB • 92 view

Wapres Gibran Minta Maaf dan Evaluasi Total Program Makan Gratis Usai Kasus Keracunan Murid di Batang
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pemimpin kedua Republik Indonesia Gibran Rakabuming mendatangi para wali murid yang buah hatinya terkena dampak insiden medis di Sekolah Dasar Negeri Pasusukan.

Lokasi lembaga pendidikan dasar tersebut berada di wilayah Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

Agenda tatap muka dan dialog langsung itu dilaksanakan pada hari Senin tanggal 28 September 2026.

Kedatangan tokoh nasional ini bertujuan memantau secara langsung proses penanganan medis para murid yang diduga keracunan hidangan sekolah.

Dalam momentum dialog tersebut, sang wakil kepala negara mengutarakan rasa penyesalan mendalam kepada seluruh perwakilan keluarga yang hadir.

Dirinya memastikan bahwa jajaran otoritas publik bakal segera merespons segala keluhan serta memaksimalkan pemulihan kesehatan para korban.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Bapak-Ibu berhak khawatir dengan kondisi saat ini dan saya sangat memahami kekhawatiran Bapak-Ibu semua,” ucapnya pada hari Senin tanggal 28 September 2026.

Ketika sesi tanya jawab berlangsung, seorang perwakilan wali murid bernama Faizun menyampaikan aspirasi mendasar kepada pihak pengelola negara.

Pria tersebut mendesak agar skema program pangan gratis itu dievaluasi total demi memformulasikan jalan keluar konkret.

Evaluasi menyeluruh dinilai sangat krusial agar kasus serupa tidak kembali menimpa anak-anak di kemudian hari.

“Kami akan carikan solusi terbaik, Pak. Yang jelas tata kelolanya harus diperbaiki sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” jawab Gibran pada hari Senin tanggal 28 September 2026.

Tokoh publik tersebut menerangkan bahwa agenda sidak ke wilayah Bawang ini merupakan cerminan dari atensi penuh otoritas pusat.

Upaya ini dilakukan demi menggaransi para pasien mendapatkan perawatan medis terbaik dan pihak keluarga memperoleh kepastian hukum.

Langkah cepat ini diambil agar investigasi laboratorium segera dirampungkan serta lini pengawasan diperketat guna mengantisipasi insiden serupa.

“Jika saya berada di posisi Bapak-Ibu, tentu saya juga akan khawatir ketika anak saya keracunan. Oleh sebab itu, hari ini saya datang langsung ke sini untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat,” imbuhnya pada hari Senin tanggal 28 September 2026.

Mengenai jalannya pemeriksaan ilmiah, sang wakil presiden meminta agar seluruh rangkaian proses dijalankan secara kilat.

Dirinya juga menginstruksikan agar data hasil penelusuran tersebut dibeberkan secara transparan kepada khalayak umum terutama orang tua.

Pihaknya memberikan sinyal tegas bahwa kelalaian dalam program pemenuhan gizi nasional ini sama sekali tidak boleh terjadi lagi di masa depan.

“Proses investigasi sedang berjalan, tapi saya pastikan dilakukan dengan cepat dan hasil investigasi akan diinformasikan kepada Bapak-Ibu secara terbuka dan transparan. Kejadian ini tidak boleh berulang,” tegas Wapres pada hari Senin tanggal 28 September 2026.

Mantan Wali Kota Surakarta itu kemudian memerintahkan aparatur pemerintah daerah untuk menjamin setiap masukan warga direspons dengan sistematis.

Dirinya mengarahkan kepala daerah setempat untuk menunjuk pejabat khusus lintas instansi sebagai koordinator penanganan di lapangan.

Lini koordinasi ini wajib mencakup sektor jaminan kesehatan, keberlanjutan proses belajar mengajar, hingga pemenuhan logistik keluarga terdampak.

“Setiap keluhan orang tua atau keluarga korban harus ditindaklanjuti. Pak Bupati, tolong tentukan PIC lintas BGN, Dinkes, Disdikbud, dan Pemkab untuk menjawab isu kesehatan, layanan siswa, dan kebutuhan keluarga,” pungkasnya pada hari Senin tanggal 28 September 2026.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung