Repelita Pontianak - Heboh di jagat maya surat permohonan maaf yang dituliskan oleh Indri Wahyuni, oknum juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI, menjadi buah bibir di tengah panasnya polemik penilaian babak final tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang melibatkan namanya.
Publik dibuat penasaran dengan isi surat tersebut yang menyebutkan adanya kekeliruan persepsi menyangkut putusan juri pada lomba yang digelar di Kalbar itu.
ADVERTISEMENT
“Saya selaku juri memang berpihak bahwa adik pada grup C memiliki pendapat bukan BPD, di mana pernyataan masih simpang siur. Jikalau memang ada pertimbangan, akan dirapatkan kembali,” demikian petikan surat yang beredar luas di linimasa media sosial.
Indri Wahyuni dalam surat tersebut juga menyampaikan rasa sesalnya kepada masyarakat luas dan seluruh peserta lomba atas keributan yang tidak perlu terjadi.
“Sebelumnya mohon maaf kepada masyarakat, adik-adik, dan lain sebagainya. Sebelumnya saya selaku bagian Sekretariat Badan Sosialisasi memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang terlibat,” tulis surat tersebut.
Namun hingga kini belum ada satu pun pernyataan resmi yang keluar guna memastikan apakah surat yang menjadi perbincangan itu benar-benar dibuat langsung oleh Indri Wahyuni atau bukan, sehingga keasliannya pun masih terus diperdebatkan hangat oleh netizen.
Sebelumnya, media sosial juga diramaikan oleh unggahan curhatan melalui story WhatsApp milik Indri Wahyuni yang turut menyita perhatian.
“They deserve the win and the explanation why they are still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Dalam curhatan itu, ia juga menyentil anggapan publik yang dinilai hanya fokus membela satu sekolah seraya mengabaikan peserta lain yang tetap keluar sebagai pemenang.
“Jawaban sapujagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seolah-olah jawaban tersebut benar. Sekolah yg menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tsb yg menang,” tulis akun tersebut lagi.
Bagian lain dari unggahan itu turut mengulas latar belakang sekolah pemenang yang diklaim berasal dari pelosok dan bekas wilayah konflik pada tahun 1999.
“Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tdk pantas dibanggakan? itu sekolah jauh, terpencil dan bekas wilayah konflik tahun 1999,” lanjut tulisan tersebut.
Yang paling menjadi sorotan publik adalah kalimat bernada sindiran terkait endorse dan kekayaan pribadi yang dituliskan dengan sengit.
“Terakhir, mau open endorse ah, biar makin kaya. Supaya LHKPN gw yg tersebar makin bikin shock banyak orang,” tulis akun bernama “Bu Indri MPR”.
Unggahan itu juga dilengkapi dengan kalimat tajam kepada pihak-pihak yang dinilai menghujat dirinya.
“Hayooo yg iri makin panas, ngeledekin gw ga akan bikin gw jatuh. At the end, u will always have me kata misua,” lanjut tulisan tersebut.
Tangkapan layar dari story WhatsApp itu pertama kali ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Instagram @kementrianbakuhantam pada tanggal 12 Mei 2026 dan sontak memicu berbagai reaksi dari warganet.
Sampai saat ini, Indri Wahyuni belum memberikan klarifikasi resmi mengenai apakah story WhatsApp yang beredar itu benar miliknya atau tidak.
Kontroversi LCC Empat Pilar MPR RI terus bergulir menjadi pembahasan nasional, namun Indri masih bungkam dan belum menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik.
Lantas, siapakah sebenarnya sosok Indri Wahyuni yang kini namanya mencuat ke permukaan?
Indri Wahyuni diketahui merupakan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI yang berstatus sebagai pejabat karier dengan pengabdian panjang di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI.
Dia mengantongi gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P.) dan Magister Administrasi (M.A.), serta dipercaya memegang jabatan strategis Eselon III.a atau Golongan IV di Kantor Sekretariat Jenderal MPR RI Jakarta Pusat.
Kariernya dibangun dari nol sebagai Pegawai Negeri Sipil sejak awal tahun 2000-an, dimulai dari staf administrasi dan perencanaan sebelum akhirnya naik ke posisi yang menangani urusan langsung dengan masyarakat.
Dalam perjalanan kariernya, Indri melanjutkan pendidikan magister guna memperdalam wawasan di bidang kebijakan publik dan manajemen organisasi.
Berdasarkan laporan LHKPN periode 2025 yang disampaikan pada 27 Maret 2026, kekayaan bersihnya tercatat mencapai Rp3.986.628.752, terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp4.350.000.000, harta bergerak lainnya Rp525.000.000, serta kas Rp110.000.000, dengan hutang sebesar Rp998.371.248.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok