Repelita [Jakarta] - Publik tengah diramaikan oleh perbandingan tajam terkait sikap aparat terhadap kelompok demonstran yang berbeda pandangan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebuah unggahan viral dari akun Threads @andhiosod pada Jumat, 19 Juni 2026, menyoroti kontradiksi perlakuan polisi saat mengawal aksi massa pendukung pemerintah dibanding kelompok kritis.
ADVERTISEMENT
Melalui tautan https://www.threads.net/@andhiosod, pemilik akun menampilkan dokumentasi video demo dukungan terhadap MBG yang memperlihatkan aparat justru membagikan roti kepada para peserta aksi.
Pemilik akun menyertakan narasi satir yang menohok logika publik. "Kok bisa beda perlakuannya. Mendukung MBG = dikasih roti. Menolak MBG = dikasih gas air mata dan dapat hikmahnya".
Kesenjangan perlakuan ini memantik reaksi keras netizen, termasuk kritik terhadap orisinalitas demonstrasi tersebut dan dugaan adanya keberpihakan aparat terhadap kelompok tertentu.
Komentar-komentar kritis pun membanjiri kolom diskusi pada unggahan tersebut:
Akun @elsafitri.anand mempertanyakan konsep di balik aksi demonstrasi tandingan ini dengan menulis, "Buset dah, idenya siapa ini demi dukung MBG?? Jelek banget ide dan realisasinya ."
Akun @hermanto.wahyu memberikan analisis tajam mengenai siapa yang diuntungkan dari proyek ini, "Yang punya Dapur MBG kan para pejabat, polisi, tentara, YTTA (Yang Tau Tau Aja). Ya wajar dilindungi yang demo".
Akun @sat__shot menyindir, "Tweet Gerindra sekarang lagi dipraktekkan sendiri oleh mereka rupanya ". Adapun isi tweet tersebut berbunyi "Hoaks terbaik adalah versi penguasa....".
Akun @muhammadfahriall_ meluapkan kekesalannya, "Duit 200-300 aja sampe segitunya mendukung program yang hancur!"
Akun @coco9499 menambahkan, "Hanya karena roti rela negaranya hancur".
Sementara itu, ribuan mahasiswa dari berbagai universitas memadati Gedung DPR RI pada hari yang sama untuk memprotes jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam orasi di atas mobil komando, mahasiswa mengkritik tajam program MBG yang mereka curigai sarat akan kepentingan politik praktis para pejabat.
Seorang orator bahkan melontarkan sindiran keras dengan menyebut, "Banyak sekali program MBG ini dimiliki oleh politisi yang memiliki dapur SPPG," yang kemudian diplesetkan menjadi "Maksiat Berkedok Gizi".
Aksi mahasiswa tersebut menegaskan komitmen mereka dalam menjaga marwah perjuangan bangsa dari kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat kecil. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok