Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Lagu “Pesta Para Babi Pembangunan”, Kritik Sosial Warganet Jadi Sorotan

Repelita.net

15 May 2026 19:02 WIB • 1,353 view

[VIRAL] Lagu “Pesta Para Babi Pembangunan”, Kritik Sosial Warganet Jadi Sorotan
Foto: Istimewa

Repelita Pariaman - Sebuah lagu berjudul Pesta Para Babi Pembangunan yang diunggah melalui kanal YouTube Pari Kesit tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Karya tersebut menyentuh isu-isu sensitif terkait pembangunan dan perilaku sebagian elite yang dianggap rakus serta korup.

ADVERTISEMENT

Lagu ini berhasil menyita perhatian publik luas karena dianggap sebagai bentuk kritik tajam yang disampaikan melalui medium satire.

𝐒𝐩𝐢𝐤𝐞 di X menuliskan "Pesta Para Babi Pembangunan. Lagu viral dari akun YouTube Pari Kesit ini mengguncang jagat maya." pada 14 Mei 2026.

Berbagai tanggapan pun bermunculan dari warganet yang menyampaikan beragam perspektif atas fenomena tersebut.

Denis rein menuliskan "FAKTA KEHIDUPAN ORANG PAPUA JANGAN DI SEMBUNYIKAN kami orang PAPUA bukan pendatang, PAPUA adalah Tanah kami, kami di ciptakan TUHAN untuk menghuni , menjaga,dan melestarikan TANAH ADAT KAMI, kami orang Papua Juga punya hati pikiran dan perasaan".

Sementara itu Rakyat Biasa menyatakan "Babi itu kalau makan tak tau itu nasi Padang apa kotorannya sendiri..asal lapar semua ditelan..siapa yg menghalangi jalan semua bakal diseruduk..jika si penguasa dan si pengusaha melakukan itu sesuai realita..itulah babi yg bereinkarnasi jadi manusia..".

Sihol NiRoha menambahkan "Pembangunan seharusnya membangun kesejahteraan, bukan sekadar memperbesar meja pesta para pemegang kuasa. Ketika kritik dibungkam, satire akhirnya jadi bahasa terakhir yang masih berani berkata jujur.".

Beberapa netizen lain turut menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kondisi yang digambarkan dalam lagu tersebut.

Ahdani y mengungkapkan "Merinding oi, bagus banget lagu untuk para babi, bahkan babi beneran masih tahu kapan berhenti kalau udah kenyang".

Hasan Basri menuliskan "PENJAJAH SEBENARNYA INDONESIA SENDIRI … JAMAN BELANDA GUNUNG TAMBAH SUBUR, JEMBATAN BERTAHAN RATUSAN TAHUN. TAPI SEKARANG SEMUANYA HANCUUUUURRRRR".

AyaGambus menyampaikan "Merinding , sedih, kecewa, marah, nangis. Semua campuk aduk jadi satu. Betapa rakusnya mahkluk yg di sebut manusia itu hanya untuk dunia. Emang sudah sepantasnya dibilang binatang.".

Netral menyoroti "Salah rakyat jg pilih pemimpin jg wakil rakyat krn uang suap ga seberapa 50-200rb biat gadaikan suara utk para elit koruptor, skrg Tuhan marah kasih balak dg kehadiran pemimpin dholim".

sutrisno menuturkan "Kasihan babi ….selalu disalahkan padahal dia hewan yg tdk pernah menyakiti manusia malah dimakan manusia".

Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik konten yang menggabungkan musik dengan kritik sosial di tengah masyarakat saat ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung